Postingan

Menampilkan postingan dengan label Psikologi

Bedah Buku Andrea Yates: Belajar dari Tragedi

Gambar
Andrea Yates adalah seorang ibu 5 anak yang mengaku 'mengirim' anak-anaknya ke surga karena tidak ingin anak-anaknya masuk neraka karena kelakuan buruk mereka yang nyatanya masih wajar untuk anak-anak di bawah 10 tahun. Tak masuk di akal dan nalar kelakuan seorang ibu yang seperti itu. Mengapa tega seorang ibu menghabisi nyawa anak-anaknya sendiri? Sedih dan miris. Nyatanya, Andrea Yates memilih menjadi pahlawan untuk anak-anaknya. Biarlah ia masuk neraka tapi anak-anaknya bisa masuk surga karena meninggal di usia dini (belum baligh kalau versi Islamnya). Ini justru menunjukkan kasih sayang Andrea pada anak-anaknya.  Sayangnya, Andrea terlahir di keluarga yang relijius dengan segala aturan dan norma yang wajib dipatuhi. Sejak kecil ia terbiasa dengan hukuman dan ancaman neraka hingga super ego dalam dirinya dengan kuat menghukum dirinya sendiri saat berbuat kesalahan bahkan yang kecil sekalipun. Itulah yang membuatnya merasa tak ada harapan bagi kelima anaknya dengan kelakuanny...

Review Film Inside Out: Belajar Mengenal Emosi

Gambar
Aku deadliner lagii pemirsaaah. Baiklah, meskipun sudah lama nontonnya, tapi karena waktu itu jiwa perfeksionisnya muncul, berharap ada film yang lebih menarik dibahas, jadilah tidak jadi menulis review film ini. Namun, pada akhirnya karena kesibukan dan ujian hidup tiada akhir datang menerpa, kesempatan menonton film yang lain itu tidak datang. So, daripada tidak setor, mari syukuri apa yang ada saja. Lanjutt.. Oh iya, awalnya sejak tahu tema Tantangan Mamah Gajah Ngeblog bulan Juni yang tertulis di link ini adalah Film Keluarga, diri ini sudah berencana menulis sebuah Dorama Jepang berjudul Kazoku Game (Family Game). Sayangnya karena yang disuruh adalah film dan bukan serial maka niat itu saya urungkan. Meskipun serial drama itu benar-benar keren banget sih dah. Sesungguhnya dulu sekali saya sudah pernah menulis reviewnya, tetapi memang belum selesai karena saking semangatnya saya mau bercerita dan menganalisis secara detail tentang series tersebut. Bagian awal review saya tulis di ...

Teh Diah Mahmudah: Penulis Buku Anger Management yang Inspiratif

Gambar
Setahun lebih pandemi mengguncang dunia, menjadi ujian bagi seluruh umat manusia. Namun Allah berfirman, innama'al 'usri yusroo , bersama kesulitan ada kemudahan. Iya, kesulitan bersama-sama dengan kemudahan, dengan hikmah, dengan kenikmatan, SEPAKET. Demikian kata Teh Irianti Usman di acara Workshop Tazkiyatun Nafs tanggal 17 April 2021 kemarin. Apa itu Workshop Tazkiyatun Nafs? Mari kita skip dulu, akan dibahas kemudian. Pandemi datang sepaket dengan berbagai hikmahnya yang berbeda bagi tiap orang. Tapi, bagi sebagian besar orang dan bagiku, pandemi memberikan kesadaran akan kesehatan mental dan memberi jeda bagi diri sendiri dari kesibukan duniawi yang tiada habisnya. Banyak praktisi yang menggaungkan kesehatan mental di masa pandemi ini, tapi aku akan membahas satu penulis perempuan yang menginspirasi tentang segala hal mengenai kesehatan mental yang tentunya sebagai Sarjana Kimia, diriku masih awam sekali. Tulisan ini juga aku buat untuk memenuhi Tantangan Blogging Mamah G...

Hipnoparenting dan Pentingnya Menjadi Ibu Bahagia

Bismillah.. Mencoba mencerna takdir yang Allah hadirkan selama beberapa hari terakhir ini. Diawali dari menemukan sebuah channel YouTube bernama haegreendal yang banyak bercerita tentang kehidupan ibu rumah tangga. Ada pernyataan yang kuingat, "Meskipun kamu sudah jadi istri dan ibu dari seseorang, kamu tetaplah diri kamu, jadi jangan lupa berikan waktu untuk dirimu sendiri." Aku yakin semua ibu di sini pasti tidak ada yang tidak struggling menjalani perannya. Jika belum ada yang berkata padamu, ijinkan aku yang berkata, "Terima kasih atas kerja kerasmu, kamu ibu yang hebat. Kamu sangat berhak bahagia, luangkan waktu untuk bahagiamu ya." - Nurul Nanda Yang aku suka dari channel itu adalah, di setiap videonya, dia selalu memberikan waktu untuk dirinya, berterima kasih atas kerja keras yang sudah dilakukannya. Tak perlu menunggu orang lain melakukannya, harus kita duluan yang mengapresiasi diri sendiri. Itulah yang dimaksud bahagia ada dalam diri sendiri. Lalu bakat ...

Tidur Berkualitas: Indikator Kesehatan Mental Baik

Gambar
Terlambat hadir setengah jam di seminar online Membasuh Luka Pengasuhan sesi 2, ketika hadir langsung disuguhi topik yang hmm banget. Apa pasal? Teh Diah bilang bahwa indikator kesehatan mental bagus adalah tercukupinya waktu tidur terutama di waktu deep sleepnya dengan indikator bangun tidurnya bugar. Jadi kalau tidur sudah lama, misal mencukupi 6-7 jam sehari tapi bangun tidur masih merasa tidak bugar, kemungkinan waktu deep sleepnya tidak mencukupi.    Pas denger itu saya langsung jleb dong. Apa pasal? Saya sering merasa sulit tidur dan kalau bangun pagi masih merasa lelah dan ngantuk. Sebelumnya saya pikir ini faktor kebiasaan. Dari jaman sekolah kadang tidur larut mengerjakan tugas, di hari libur terkadang begadang nonton atau baca komik, sampai waktu mahasiswa pun sudah tidak kesulitan lagi begadang untuk belajar ataupun mengerjakan laporan. Jadi terkadang saya jam 6 sore ngantuk, tapi giliran anak-anak sudah tidur jam 9 malam, saya malah cenghar. Beda banget sama suami ...

Review Bebas: Buku Membasuh Luka Pengasuhan oleh Diah Mahmudah

Gambar
Buku Membasuh Luka Pengasuhan oleh Diah Mahmudah Bismillahirrahmaanirrahiim.. Masa pandemi ini menjadi momen yang tepat bagi banyak orang untuk mulai menyadari isu-isu mental health, tidak terkecuali juga aku. Dimulai dari sadarnya bahwa ada yang salah dengan diri ini, lalu berlanjut dengan banyaknya seminar online yang mengajak untuk mengecek kesehatan mental diri sendiri, hingga akhirnya aku dipertemukan dengan Teh Diah dan Pak Dandi, sepasang psikolog fenomenal yang mengelola Dandiah Care Center, berkompetensi sebagai marital counselor juga psikoterapis. Tanpa banyak pertimbangan, aku langsung memesan Buku Trilogy Positive Parenting yang saat itu baru saja open pre-order karena merasa punya masalah tema luka pengasuhan. Ketika baru datang, masya Allah rasanya nano-nano sekali membaca salah satu bukunya yaitu Buku Membasuh Luka Pengasuhan. Saat membacanya, saat itu pula aku merasa perjalanan mentalku akan dimulai. Buku Membasuh Luka Pengasuhan dipersembahkan oleh Teh Diah d...

Tentang Passion

Aku benar-benar baru tahu. Kupikir selama ini aku adalah tipe orang yang tak tahu apa yang kuinginkan dan hanya tahu apa yang tidak kuinginkan. Nyatanya setelah aku terlepas dari rutinitas yang menyibukkan, kini aku tahu bahwa aku begitu senang menulis. Saking senangnya sampai rasanya ingin sekali menulis padahal tak tahu apa yang mau dituliskan. Ingin menulis sampai tak sabar ingin segera menyelesaikan bacaan yang dibaca untuk membantu menghasilkan tulisan. Akhirnya malah tidak fokus dan jadi kembali tak tahu apa yang mau dituliskan. Ternyata jika setiap orang diberikan kesempatan untuk mengeksplor dirinya, mencoba berbagai macam hal, dan membiarkannya memenuhi rasa penasarannya, aku yakin tiap orang akan menemukan apa yang ingin dilakukannya dalam hidup. Tidak hanya untuk hal sepele seperti kesukaanku dalam menulis, tapi bisa untuk hal yang lebih besar dan lebih jauh lagi. Lalu, ternyata berbagai rutinitas hidup yang padat dan menyibukkan dapat melenakan kita. Menjadikan kita tak dap...

Mengatasi Rasa Takut Gagal

Tiap manusia pasti pernah merasakan rasa takut. Takut terhadap hewan tertentu, takut berbicara di depan umum, atau mungkin juga takut gagal. Takut gagal, mungkin tidak sedikit orang yang pernah merasakannya. Gagal termasuk salah satu peristiwa yang tidak mengenakkan sehingga tentu tak ada yang ingin merasakannya. Takut akan sesuatu merupakan hal yang wajar, termasuk takut terhadap kegagalan. Namun, takut gagal dapat menimbulkan efek samping yang tidak bagus. Karena takut gagal, kita menjadi takut mencoba. Takut mencoba, berarti kalah sebelum berperang dan rasa sesal karena tidak mencoba pun akhirnya akan hadir belakangan. Lalu karena takut gagal, kita pun bisa menjadi khawatir berlebihan. Kekhawatiran pun menjadi sugesti yang akan semakin menguatkan hasil akhir yang gagal karena pikiran kita terus menerus memikirkan hal-hal negatif. Lalu bagaimana caranya kita mengatasi rasa takut gagal? Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. Yang pertama, jika kita takut gagal sehingga takut mencob...

Perjuangan Seorang Jobseeker: Part 1

Baca kisah sebelumnya: Perjuangan Seorang Jobseeker: Prologue   Sebagai seorang sarjana, setelah lulus pun aku menjalani hal-hal yang banyak sarjana lainnya jalani, yaitu mencari pekerjaan. Proses pencarian pekerjaan pun di jaman sekarang ini, di mana jumlah sarjana sudah sangat melimpah, seperti yang telah diketahui banyak orang, bukanlah hal yang mudah. Aku pun merasakan hal yang sama. Di awal proses, begitu banyak pikiran, waktu, tenaga, bahkan emosi terkuras. Aku yang saat itu demikian bertekad untuk mendapatkan pekerjaan, benar-benar melakukan berbagai cara yang dapat kulakukan. Mulai dari berlatih membuat CV yang baik dan menarik, belajar dan berlatih soal-soal TPA dan psikotes, membeli dan membaca buku tips sukses wawancara kerja, hingga memikirkan pakaian apa yang sebaiknya dipakai jika nanti dipanggil wawancara kerja. Dalam menjalani prosesnya pun, sejak mengirimkan CV hingga menjalani wawancara kerja, emosi benar-benar terkuras karena harap-harap cemas, khawatir tida...

Makna Kebahagiaan

Gambar
Ini adalah tulisanku di tahun 2015 yang dimuat dalam buku Happiness Laboratory karangannya Mba Urfa. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi insan-insan pencari kebahagiaan di manapun kalian berada :') ~0~ Ketika mencoba mencari tahu makna kebahagiaan, saya teringat beberapa momen ketika saya merasa bahagia. Contohnya ketika menemukan film baru yang dibintangi oleh aktor idola, ketika bertemu dengan teman-teman dekat dan bercanda tawa sepanjang hari, dan ketika memiliki uang yang cukup untuk membeli barang yang diinginkan. Namun, ternyata rasa bahagia itu hadir ketika aktivitas tersebut saya lakukan. Rasa bahagia itu hilang ketika filmnya berakhir, ketika sudah waktunya pamit pulang pada teman-teman, dan ketika saya sudah bosan dengan barang tersebut. Ternyata kebahagiaan yang ini adalah jenis kebahagiaan yang tidak kekal. Lalu saya mencoba mencari tahu lagi, dan saya teringat beberapa momen lain ketika saya merasa bahagia. Contohnya ketika mengeluarkan sebagian uang bula...

Puisi: Terjebak Dalam Pola; Tersesat Dalam Takdir

Membuka mata dan menyaksikan kegelapan digantikan oleh berkas cahaya. Semua perjalanan hidup diawali dengan kebahagiaan. Kelahiran, kebebasan, perjalanan, dan pertemuan adalah kebahagiaan. Kebahagiaan yang cerah, indah, merekahkan senyum, dan menggelitik hati. Mengagumi tiap peristiwa yang terjadi dan mengindahkan tiap detik yang terlewati. Namun, kebahagiaan tidak ditakdirkan untuk terus berlangsung selamanya. Ketika cahaya sudah tidak bersinar sama seperti kita membuka mata dulu. Ada yang berbeda, ada yang terasa salah. Ruang dan waktu terasa sempit. Nafas tercekat, pandangan terkuantisasi. Semua bentuk kehidupan seakan menghimpit dari berbagai arah. Dan tiap langkah maju yang ingin diambil mengandung ragu. Tak tahu apa yang akan menanti di depan. Itulah ketakutan. Tak mampu berpikir banyak, harus mampu tetap bergerak. Apa yang kau tahu tentang ketakutan? Bahwa menghadapinya akan menjadikan kita kuat. Bahwa sesungguhnya ujian diberikan di titik kelemahan kita. Dapatkah kita lulus dal...

Puisi: Manusia

Manusia memang lemah Karena memang tercipta dengan potensi luar biasa Dalam tubuh yang rentan Tak mampu terbang di udara Tak mampu hidup di dalam air Tak mampu mengangkat beban berat Tak mampu mencipta makanannya sendiri Jika tak disokong oleh segala macam peralatan Manusia memang lemah Lagi-lagi karena tercipta dengan segala potensi yang luar biasa Dalam ruang hati yang sempit Juga kosong Oleh karena itu, manusia Tak mampu bertahan tanpa orang lain Jika aku sendirian di atas muka bumi ini dengan ruang hati yang kosong, apakah aku mau terus menjalani hidup? Tanpa tujuan, tanpa motivasi, tanpa kehadiran orang yang ingin dibanggakan dan dibahagiakan Tak ingin melakukan apapun, tak mampu melakukan apapun Jika untuk diriku sendiri, tidak akan Kekuatan manusia adalah pergaulan Dengan hidup untuk membahagiakan orang lain, orang-orang di sekitar Ruang hati yang kosong akan terisi Itulah hakikat diciptakannya manusia Hanya itulah satu-satunya cara memaknai hidup Ketika segala macam urusan dan ...

Lebih baik mana: Hidup penuh dinamika atau steady life?

Jika ditanya lebih baik mana antara menjalani hidup yang penuh dinamika atau hidup yang datar-datar saja dan adem ayem, aku tidak bisa menjawab. Pasalnya, meskipun secara bahasa keduanya seperti dua hal yang berkebalikan, nyatanya mau dipikir sebagaimanapun, sepertinya kedua hal ini tidak dapat dibandingkan. Bagi anak-anak muda yang masih idealis dan senang tantangan barangkali akan menjawab pilihan pertama tanpa ragu. Namun, bagi orang-orang dewasa yang sudah merasakan begitu banyak asam garam kehidupan, barangkali tidak terlalu sependapat dengan anak-anak muda ini. Menjalani keseharian yang penuh dinamika dikatakan lebih membuat seseorang merasa ‘hidup’, dapat meningkatkan kualitas diri dengan signifikan karena terus menerus belajar dari pengalaman sendiri, dan dapat selalu bersemangat dan bergairah dalam menjalani hidup. Sementara menjalani hidup yang datar-datar saja atau bisa disebut dengan steady life adalah hidup yang berputar pada rutinitas dengan jadwal yang teratur dan disipl...

(Soon) to be mom

Baru saja kontrol dari dokter kandungan di salah satu rumah sakit swasta di Bandung, ternyata hari ini aku mendapatkan motivasi dan ilmu baru. Berawal dari aku yang curhat bahwa aku masih mengalami mual padahal kandungan sudah memasuki usia bulan ke-7. Ketika ditanya kira-kira sebabnya apa, aku sendiri tidak begitu yakin karena terkadang mualnya datang bisa kapan saja. Lalu tiba-tiba saja dokternya bicara tentang pengaruh kepribadian/psikologi terhadap gejala kehamilan. Biasanya orang-orang berkepribadian introvert plus melankolis yang kecenderungannya terhadap perfeksionisme tinggi ini merasa lebih banyak mengalami mual karena orang-orang seperti ini sangat sensitif terhadap keadaan dirinya. Sedangkan orang-orang berkepribadian lain misalnya plegmatis cenderung santai dan dibawa hepi saja proses kehamilannya, kalau koleris malah ada yang mual dan muntah tapi setelah itu langsung kembali makan untuk menggantikan makanan yang keluar. Lucunya adalah ketika dokternya bilang demikian ras...

Beyond Temperament is The Role of Free Will

Gambar
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Masih dari tulisan tiga tahun lalu, ini adalah bahasan bab lanjutan dari Kepribadianku Apakah Sudah Takdirku?  masih dari buku yang sama yaitu Quiet karya Susan Cain. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.  ~0~ "Darah memang lebih kental daripada air. Sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa melarikan diri dari takdirmu." Semua ini bermula dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Carl Schwartz, anak didik Prof. Kagan, yang meneruskan penelitian gurunya tepat di bagian terakhir yang diteliti oleh gurunya. Bakal sifat introvert dan ekstrovert dapat terlihat dari temperamen seorang anak ketika lahir. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, apakah manusia akan tetap memiliki temperamennya sewaktu kecil dan tak berubah sama sekali? Ataukah manusia dapat berubah total 180 derajat karena lingkungannya? Temperamen dan lingkungan adalah dua faktor pembentuk kepribadian yang porsinya tak akan dapat ditentukan bahkan dengan rumus integral ser...

Kepribadianku Apakah Sudah Takdirku?

Gambar
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Ini adalah tulisan dari tiga tahun lalu bersumber dari sebuah buku yang menjadi Best Seller oleh New York Times berjudul Quiet - The Power of Introverts in A World That Can't Stop Talking karangan Susan Cain. Buku ini saat itu sangat menginspirasi dan banyak mengubah pandangan saya. Saya ingin mem-publish lagi tulisan ini karena saya ingin banyak pembaca juga terinspirasi dengan kekuatan sebuah buku, terutama buku ini. Semoga isinya masih relevan dan dapat memberikan manfaat. ~0~ Ketika melihat kembali ke masa lalu, ketika diriku masih anak-anak hampir memasuki masa remaja, aku adalah seorang gadis kecil yang selalu bertanya-tanya. Tentang cara kerja suatu alat, tentang peristiwa alam, tentang diriku sendiri dan tentang orang lain, tentang segalanya. Aku menghabiskan waktu lebih banyak di balkon kamarku, di taman belakang sekolah, dan di tempat-tempat favoritku yang tenang dan damai. Aku melihat langit lalu aku mendapatkan inspiras...