Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pernikahan dan Parenting

Hipnoparenting dan Pentingnya Menjadi Ibu Bahagia

Bismillah.. Mencoba mencerna takdir yang Allah hadirkan selama beberapa hari terakhir ini. Diawali dari menemukan sebuah channel YouTube bernama haegreendal yang banyak bercerita tentang kehidupan ibu rumah tangga. Ada pernyataan yang kuingat, "Meskipun kamu sudah jadi istri dan ibu dari seseorang, kamu tetaplah diri kamu, jadi jangan lupa berikan waktu untuk dirimu sendiri." Aku yakin semua ibu di sini pasti tidak ada yang tidak struggling menjalani perannya. Jika belum ada yang berkata padamu, ijinkan aku yang berkata, "Terima kasih atas kerja kerasmu, kamu ibu yang hebat. Kamu sangat berhak bahagia, luangkan waktu untuk bahagiamu ya." - Nurul Nanda Yang aku suka dari channel itu adalah, di setiap videonya, dia selalu memberikan waktu untuk dirinya, berterima kasih atas kerja keras yang sudah dilakukannya. Tak perlu menunggu orang lain melakukannya, harus kita duluan yang mengapresiasi diri sendiri. Itulah yang dimaksud bahagia ada dalam diri sendiri. Lalu bakat ...

Didikan Langit

Gambar
Ada suka dukanya mengasuh anak-anak bersama orang tua/mertua (alias numpang). Sukanya adalah ada bala bantuan dan senang melihat cucu disayang eyangnya. Dukanya..hmm..complicated. Semua ibu pasti ingin dinomorsatukan anaknya, dalam kondisi apapun itu. Tapi, mengasuh anak bareng orang tua mengajarkan hal lain. Bahwa anak-anak itu memang adalah titipan, bukan milik. Tak akan pernah kita selalu menguasai mereka, memerintah mereka. Tak ada tempat bagi egoisme orang tua untuk diagungkan anak. Bahwa anak-anak itu memang adalah titipan. Mengasuh dan mendidik mereka adalah kewajiban orang tua. Tapi hasil adalah hak prerogatif Allah semata. Tak ada tempat bagi egoisme orang tua menjadikan anak ini dan itu agar hebat di mata orang. Bahwa mendidik anak adalah ujian keikhlasan. Memberikan yang terbaik saat mereka bersama kita. Namun tidak merasa berat saat mereka berpisah dari kita. Ternyata, mendidik anak bersama orang tua adalah didikan langit. Apakah itu duka?

The Big Picture

Gambar
  Tertarik dengan Trilogy Positive Parenting Dandiah itu awalnya karena merasa butuh dengan buku pertamanya yang berjudul Membasuh Luka Pengasuhan. Jujur memang saya merasa banyak sekali inner child yang belum tuntas alias belum 'selesai dengan diri sendiri' dan saya masih merasa terus diuji dengan masalah ini. Tentunya ini akan sangat merugikan suami dan anak-anak apabila tidak dibenahi. Ingin berbenah dengan banyak mencari info ini itu tapi berujung gagal, entah mengapa. Tidak ngaruh gitu padahal sudah pernah konsul ke psikolog. Alhamdulillah setelah ikut kulgram bedah buku Trilogy Positive Parenting Dandiah ini saya jadi menyadari garis besar permasalahan saya. Ternyata inner child hanya salah satu permasalahan saja. Yang lainnya masih ada mental blocking, luka harga diri, belum sadar kekuatan diri, belum bisa mengelola stress dan emosi, low self worth, dan mungkin masih ada yang lainnya yang belum saya tahu. Kesemuanya ini ternyata berkaitan dan harus dibenahi secara menyel...

Betul Keluarga? Atau Hanya Sekumpulan Orang yang Tinggal Bersama?

Gambar
Materi bedah buku trilogy positive parenting Dandiah semalam mengingatkan saya pada sebuah film drama Jepang yang berjudul Kazoku Game (Family Game). Banyak contoh kasus yang disebutkan oleh Bu Diah dan Pak Dandi di bedah buku semalam diceritakan juga dalam film drama tersebut. Sebuah keluarga yang terlihat sempurna dari luar tapi kenyataannya sangat bertolak belakang. Sampai-sampai saya sangat ingat dialog tokoh utama di film tersebut bahwa keluarga ini bukanlah sebuah keluarga, tapi hanyalah sekumpulan orang yang tinggal bersama. Apa saja dosa-dosa keluarga dalam film tersebut? Sang ayah hanya jadi mesin ATM yang sangat sibuk mencari nafkah dan hanya sempat bertemu anak istrinya di meja makan sekedar bertanya nilai yang didapat di sekolah. Sang ibu tak bisa mengatur anak-anaknya dan hanya bisa menjadi pelayan mereka karena takut dibenci anak-anaknya. Sang kakak seorang perfeksionis dan berambisi tinggi karena besarnya tuntutan orang tuanya kepadanya tetapi sebenarnya dia sangat stre...

Nurturing Yourself while Raising Your Child

Gambar
"Menjadi istri dan ibu itu tidak mematahkan potensi, justru kita bisa memaksimalkannya jika benar mengelolanya." - Teh Nisrina (Praktisi Talents Mapping) "Nurturing yourself while raising your child." - Dari sebuah quote di IG Situasi lockdown membuat kita semua mau tidak mau kembali ke rumah dan berhenti sejenak dari segala kesibukan dunia yang tiada henti. Bulan Ramadhan dalam situasi lockdown pun mengajarkan kita untuk khusyuk -- be present -- hadir jiwa dan raga di sini dan saat ini. Meskipun ada yang mengutuk keadaan, namun tak sedikit yang mencoba mencari arti dan mengambil hikmah di balik pandemi ini. Banyak orang mulai mempertanyakan apa yang paling penting dalam hidup ini. Tak sedikit pula yang kembali melihat ke dalam diri dan merenungkan apa yang sebenarnya diri ini cari. Momen lockdown ini, bertepatan dengan tahun pernikahan kami yang keempat, alhamdulillah menjadi momen yang pas untuk berhenti sejenak menarik napas dan sedikit melihat ke belakang. Sejak...

Mereka Anak-anakku, Tapi..

Aku tahu aku ibu mereka, tapi bukan berarti aku memiliki raga dan hati mereka. Aku tahu aku ibu mereka, tapi bukan berarti aku bisa mengatur segalanya mereka. Mereka adalah anak-anakku, tapi mereka bukan milikku. Mereka adalah bagian dariku, tapi mereka bukan diriku. Mungkin mereka membuatku mengerahkan seluruh tenaga dan waktuku untuk mereka. Mungkin mereka membuatku menjadi banyak peran dalam sehari. Mungkin mereka membuatku tak lagi menemukan diriku sendiri. Mungkin mereka membuatku menjalani hari hanya sekedar untuk bertahan. Mereka ingin aku mengerti mereka sepenuhnya, namun aku masih belajar. Mereka pikir aku akan selalu ada untuk mereka, namun aku hanyalah manusia biasa bahkan lemah. Mereka ingin segalaku untuk mereka, namun ada kalanya aku tak mengenal mereka. Mereka ingin perhatianku hanya pada mereka, namun tak jarang aku mengabaikan mereka. Mungkin ada kalanya mereka lebih memilih bersama orang lain selain ibunya, namun aku tidak masalah. Ingin dinomorsatukan anak hanyalah e...

Istri Bukan Pembantu

Seseorang pernah berkata padaku, "Kalau menikah bukan sunnah, mungkin perempuan nggak perlu nikah." Aku tak bisa menyalahkan alasannya berkata demikian. Pasalnya sebagai perempuan di negeri ini, menurutnya kehidupan pernikahan itu tidak bisa dibilang menyenangkan. Di negeri ini di mana budaya patriarkinya masih sangat kental, tak jarang beban perempuan setelah menikah itu sangat berat dialami. Sebelum menikah, aku pun banyak mendapat kisah-kisah sejenis, kisah yang membuatku paham bahwa menikah itu adalah ibadah dan tanggung jawab yang sangat berat. Menikah bagiku bukan pelarian dari kehidupan yang sulit. Terpaparnya aku dengan kisah-kisah rumah tangga orang lain membuatku menyimpulkan bahwa kehidupan pernikahan akan lebih berat dibanding kehidupan semasa lajang. Para perempuan di negeri ini setelah menikah harus siap meninggalkan rumah orang tuanya dan mengabdi untuk suaminya di rumah suaminya atau mungkin juga di rumah mertuanya. Mereka harus siap mengurus segala keperluan ...

Tak Bisa Memberi Makan Ego

Si Kakak, di umur hampir 3 tahun ini sudah keliatan makin mirip ibunya. Terutama sifatnya. Memang sekarang sedang umurnya mengekspresikan ke-ego-annya. Tapi dia lebih, ya lebih keras kepala dan tidak mau diatur, harus semuanya sekehendak dia sendiri. Dia juga mulai terlihat senang memerintah, mengatur, dan memanipulasi orang lain. Di sisi lain, hatinya sangat sensitif sehingga tidak bisa mendengar omelan nada tinggi. Ya, dia memang mirip saya. Dulu sebelum menikah, saya sempat berpikir bagaimana ya nanti kalau saya punya anak yang sifatnya sangat mirip dengan saya. Akhirnya saya banyak membaca dan bertekad akan memberikan pada anak saya apa yang tidak saya dapatkan dulu dari orang tua saya. Melihat kelakuannya terkadang membuat saya sebal, sebal dengan diri saya sendiri betapa dulu saya sangat merepotkan. Tapi membiarkan dia melepaskan emosinya, membiarkan dia mencoba hal-hal yang penasaran ingin dilakukannya, membiarkan dia melakukan hal-hal besar sendiri, membiarkan dia memiliki kend...

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat bagi Seorang Ibu

Gambar
Trimakasih buat seseorang yang udah ngerekomendasiin buku hits ini. Baru baca satu bab aja udah dapet insight bahwa tak apa terkadang anak sakit ringan, tak apa anak susah makan, tak apa anak terkadang nangis kencang, tak apa anak sesekali terjatuh dan luka, tak apa terkadang anak rewel tak mau jauh dari mamanya, tak apa anak sedikit turun berat badannya atau dikatai kurusan, kecilan, iteman, kolokan. Yang terpenting adalah anakku tetap hidup dengan baik tanpa suatu masalah yang berarti. Tak apa terkadang merasa diri ini begitu rendah, diri ini begitu buruk, begitu salah, begitu tidak berarti, begitu tidak becus, begitu pecundang, begitu cepat putus asa, begitu cengeng, begitu rewel, begitu tidak pantas, begitu tidak cukup mampu, begitu tidak cukup pandai, begitu tidak cukup hebat. Banyak orang juga merasakan hal yang sama dan bukan berarti orang-orang hebat adalah orang-orang yang tidak pernah merasa negatif. Menerima bahwa diri ini merasakan hal-hal negatif adalah suatu hal positif....

Jadi Perempuan

Gambar
Jadi perempuan mungkin enak ga enak rasanya. Pada hal tertentu mungkin hanya sesama perempuan yang bisa saling memahami. Perempuan dengan segala bengkoknya diciptakan harus mampu menjadi istri dan ibu yang paripurna, yang harus mampu jadi pusat energi keluarga. Mungkin bagi beberapa perempuan yang baru menjalani peran ini, semuanya begitu tiba-tiba, begitu berbeda, begitu berat menyesuaikan diri setiap harinya. Tiap hari adalah perjuangan untuk memastikan anak-anaknya tetap hidup dan rumah tetap teratur. Tak heran jika beberapa perempuan memilih mendelegasikan beberapa subtugas kepada pihak ketiga, seperti sekolah, orang tua, atau ART sehingga ia bisa melakukan hal lain seperti bekerja, berbisnis. Sungguh betul-betul perempuan yang memilih menjadi wanita karir karena dirinya merasa tidak mampu hanya di rumah saja itu sangat sangat manusiawi. Tak perlu lagi ada perdebatan apakah ibu rumah tangga atau wanita karir yang lebih baik. Cukup empati sesama perempuanlah yang diperlukan untuk m...

Seminar Kopdar Gabungan Jabodetabekcik Babywearers

Gambar
Seminar kopdar gabungan Jabodetabekcik Babywearers hari Minggu, 25 Maret 2018 kemarin berbicara tentang PPD alias Post Partum Depresion atau bahasa Indonesianya adalah depresi pasca melahirkan. Dalam seminar bertema Babywearing as a Secret Weapon ini, hal paling menarik yang disebutkan adalah PPD itu rasanya seperti memakai kacamata hitam yang menjadikan kelam setiap pemandangan yang kita lihat. Segala hal dilihat sebagai sesuatu yang negatif, selalu negatif thinking, bahkan citra diri selalu dilihat negatif. Memang PPD ini bagi orang awam akan terlihat aneh. Ibu yang mengalami PPD bagi masyarakat bisa terlihat sebagai ibu yang murung, malas, atau tidak peduli terhadap anak. Biasanya jika sudah begini akan dituding sebagai ibu yang manja, ngga kuat mental, atau bahkan kurang iman. Padahal PPD itu sangat nyata, terbukti dengan banyaknya kasus menganiayaan terhadap bayi dan balita bahkan sampai pembunuhan terhadap anak disertai dengan bunuh diri sang ibu. Masyarakat yang menyudutkan sang...

New Mom Knowledge: Clodi (Cloth Diaper) and Review

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim. Semenjak jadi istri dan ibu, mau ngga mau banyak banget pengetahuan baru yang harus dipelajari terutama pengetahuan praktis. Saya sendiri merasa banyak banget belajar hal baru mulai dari teori dan praktek. Saya merasa banyak banget belajar karena saya belajar tidak hanya dari pengalaman orang tua, tapi juga mengikuti perkembangan zaman dengan membaca banyak literatur di internet. Salah satunya yaitu clodi ini. Apa itu clodi? Clodi adalah singkatan dari cloth diaper. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya adalah popok kain. Tapi clodi adalah popok kain modern yang baru diciptakan di zaman generasi Y sudah menjadi ibu. Untuk lebih jelasnya, ada 3 jenis popok yang dikenal saat ini, yaitu: 1.   Pospak (popok sekali pakai) : contohnya Mam*p*ko, Sw*et*, P*mp*rs yang sering dijual di minimarket, pipis dan pup bayi tidak tembus dan melebar ke mana-mana dan praktis setelah pakai buang. 2.   ‎Popok kain tradisional : sering disebut juga po...

Aliran Rasa MIIP Batch #4 Bandung #5

Bertemu dengan IIP rasanya seperti mimpi jadi nyata. Kenapa? Karena dari duluu banget dari sebelum nikah saya selalu berpikir bahwa menjadi istri dan ibu itu benar-benar pekerjaan yang luar biasa tapi sayangnya ga ada sekolahnya. Setelah nikah eh alhamdulillah tiba-tiba aja dipertemukan dengan IIP dengan sangat mudah bahkan tanpa susah payah mencari. Setelah masuk kelas MIIP, masyaa Allah rasanya degdegan terus baca materi-materinya yang jlebb, apalagi tugas-tugasnya yang bukan cuma bikin putar otak, tapi juga putar hati. Seiring berjalannya waktu, NHW yang ditugaskan juga semakin bikin galau, mempertanyakan dan merenungkan tentang perjalanan pernikahan saya yang baru seumur biji. Malah di beberapa NHW terakhir saya benar-benar ga ada ide mengerjakannya karena beberapa hal. Yang pertama, saya masih menumpang dengan orang tua dan mertua bergantian sehingga saya belum bisa membaca maksud Allah menempatkan saya di lingkungan ini dan yang kedua, saya bingung dengan tujuan dan cita-cita say...

[NHW #9] MIIP Batch #4: Bunda sebagai Agen Perubahan

Gambar
***PETUNJUK PENGERJAAN*** Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Rumus yang kita pakai : *PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE* Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur. Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri. Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan t...

[NHW #8] MIIP Batch #4: Misi Hidup dan Produktivitas

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb : a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7) Dalam NHW #7 saya masukkan 3 hal penting dari NHW #6 karena saya suka melakukannya dan berharap saya bisa untuk terus melakukannya. Saya ambil untuk NHW ini yaitu membersamai anak. b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini : 1. Kita ingin menjadi apa ? (BE) Saya ingin menjadi ibu yang baik dan pantas untuk anak saya. 2. Kita ingin melakukan apa ? (DO) Saya ingin mendampingi tumbuh kembangnya dan mendidiknya sesuai dengan ilmu parenting terbaik berbasis fitrah. 3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE) Dalam jangka pendek saya ingin memiliki kemampuan untuk mendidik anak sesuai fitrahnya. Dalam jangka panjang saya ingin memiliki keahlian kh...

[NHW #7] MIIP Batch #4: Tahapan Menuju Bunda Produktif

Gambar
Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar. Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping. Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6 Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA. 🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb : masuk ke www.temubakat.com isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini. Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7 🍀 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran Kuadran...

[NHW #6] MIIP Batch #4: Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb : Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana? Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka pat...

[NHW #5] MIIP #4: Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Setelah malam ini kita mempelajari tentang “Learning How to Learn” maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita. Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5. Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran. Bukan hasil sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain. Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini. Salam Ibu Profesional, /Tim Matrikulasi IIP/ NHW #5 ini jujur bagi saya merupakan NHW tersulit dari NHW-NHW sebelumnya. Sebabnya bukan karena soalnya susah, melainkan justru karena saya tidak terbiasa mengerjakan tugas seperti ini. Ya, tiba-tiba saya langsung terbayang betapa di sekolah dulu saya selalu di atas rata-rata jika mengerjakan soal eksak yang jawabannya pasti hanya satu dan jarang saya kesulitan mengerjakannya. Saya hanya...

[NHW #4] MIIP Batch #4: Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1, apakah sampai hari ini anda memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai? Pada NHW #1 saya tidak menuliskan dengan jelas jurusan ilmu yang ingin saya kuasai di Universitas Kehidupan ini. Namun, intinya dari NHW #1 tersebut saya ingin menguasai ilmu Pernikahan dan Parenting dan sampai saat ini saya masih tetap memilih untuk menguasai ilmu tersebut. Jaman yang kian berubah hingga manusia kian jauh dari fitrahnya dan menghilangnya pendidikan dari orang tua pada anaknya untuk menjadi orang tua membuat orang tua di jaman ini harus berusaha keras untuk kembali pada fitrahnya dan mempelajari ilmu menjadi suami/istri dan orang tua. Tentunya masih ada ilmu lain yang ingin saya pelajari, hanya saja ilmu Pernikahan dan Parenting akan menjadi prioritas pertama karena inilah misi hidup saya diciptakan sebagai perempuan yaitu untuk menjadi istri d...

[NHW #3] MIIP Batch #4: Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Memasuki materi yang ketiga, NHW MIIP semakin sulit dan menantang hingga sejak soal diberikan hingga H-1 mengumpulan, sebagian besar waktu saya gunakan untuk memahami soal dan sebagian kecilnya mencari jawaban. Karena saya sudah menikah maka soal untuk saya di NHW #3 ini adalah sebagai berikut. Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini. a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami. b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing. c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. Kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki. d. Lihat lingkungan di mana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada...