Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi

Tentang Passion

Aku benar-benar baru tahu. Kupikir selama ini aku adalah tipe orang yang tak tahu apa yang kuinginkan dan hanya tahu apa yang tidak kuinginkan. Nyatanya setelah aku terlepas dari rutinitas yang menyibukkan, kini aku tahu bahwa aku begitu senang menulis. Saking senangnya sampai rasanya ingin sekali menulis padahal tak tahu apa yang mau dituliskan. Ingin menulis sampai tak sabar ingin segera menyelesaikan bacaan yang dibaca untuk membantu menghasilkan tulisan. Akhirnya malah tidak fokus dan jadi kembali tak tahu apa yang mau dituliskan. Ternyata jika setiap orang diberikan kesempatan untuk mengeksplor dirinya, mencoba berbagai macam hal, dan membiarkannya memenuhi rasa penasarannya, aku yakin tiap orang akan menemukan apa yang ingin dilakukannya dalam hidup. Tidak hanya untuk hal sepele seperti kesukaanku dalam menulis, tapi bisa untuk hal yang lebih besar dan lebih jauh lagi. Lalu, ternyata berbagai rutinitas hidup yang padat dan menyibukkan dapat melenakan kita. Menjadikan kita tak dap...

Mengatasi Rasa Takut Gagal

Tiap manusia pasti pernah merasakan rasa takut. Takut terhadap hewan tertentu, takut berbicara di depan umum, atau mungkin juga takut gagal. Takut gagal, mungkin tidak sedikit orang yang pernah merasakannya. Gagal termasuk salah satu peristiwa yang tidak mengenakkan sehingga tentu tak ada yang ingin merasakannya. Takut akan sesuatu merupakan hal yang wajar, termasuk takut terhadap kegagalan. Namun, takut gagal dapat menimbulkan efek samping yang tidak bagus. Karena takut gagal, kita menjadi takut mencoba. Takut mencoba, berarti kalah sebelum berperang dan rasa sesal karena tidak mencoba pun akhirnya akan hadir belakangan. Lalu karena takut gagal, kita pun bisa menjadi khawatir berlebihan. Kekhawatiran pun menjadi sugesti yang akan semakin menguatkan hasil akhir yang gagal karena pikiran kita terus menerus memikirkan hal-hal negatif. Lalu bagaimana caranya kita mengatasi rasa takut gagal? Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. Yang pertama, jika kita takut gagal sehingga takut mencob...

Berjalan dalan Hidup

Dalam menjalani hidup Banyak sekali pilihan yang dapat kita ambil Masing-masing bersamaan dengan konsekuensinya Dalam menjalani hidup Kita bebas menentukan Selama tidak menyalahi hukum agama dan negara Namun terkadang Kita tak bisa menentukan Pilihan apa yang harus kita ambil Karena alasan yang berbeda-beda Antara aku, kamu, dan mereka Ingin rasanya mengetahui Seketika Instan Semua informasi di dunia ini Agar tak lagi bingung menentukan jalan hidup yang harus kita ambil Namun itu tak mungkin Manusia bukanlah Tuhan yang tahu segalanya Jadi Bagaimana caranya? Menjalani hidup tanpa penyesalan Hargailah semua yang kita punya Pengetahuan Informasi Sikap Sifat Kemampuan Minat Semua itu adalah modal Yang perpaduannya tak akan sama didapati pada orang lain Tuhan tak menciptakan satu manusia pun secara sia-sia Semua memiliki perannya Semua memiliki tempatnya Tapi Di manakah kita? Pencarian jati diri tak pernah mudah Mungkin bahkan butuh waktu seumur hidup Meski demikian Janganlah berhenti Milik...

Qana'ah dan Etos Kerja

Jika kita tak menutup diri Banyak hal yang dapat kita pelajari Dari orang lain Dari bangsa lain Tentang etos kerja Pernahkah kita merasa Apa yang kita lakukan saat ini Bukanlah apa yang kita inginkan Pernahkah kita merasa Pekerjaan yang kita geluti saat ini Bukanlah pekerjaan yang kita inginkan Lalu kita merasa tak bersemangat Menjalani hari demi hari Mengerjakan sesuatu yang sesungguhnya Bukanlah hal yang paling ingin kita lakukan Lalu Pernahkah kita merasa Setelah memikirkan dalam-dalam Kita memang tak ingin Melakukan apa yang sekarang harus kita lakukan Namun Kita pun tak tahu pasti Apa yang sebenarnya ingin kita lakukan Hanya mencoba berbagai macam hal Untuk dilakukan Dan jika kita merasa bukan ini yang kita inginkan Kita menjadi tak bersemangat Dan ingin segera berganti pekerjaan Lalu ternyata Di tempat yang baru pun Kita merasakan hal yang sama seperti sebelumnya Apakah yang salah? Apakah kita mengenal diri sendiri? Jika ya Tentu kita tahu apa yang kita inginkan dan apa yang tida...

Makna Kebahagiaan

Gambar
Ini adalah tulisanku di tahun 2015 yang dimuat dalam buku Happiness Laboratory karangannya Mba Urfa. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi insan-insan pencari kebahagiaan di manapun kalian berada :') ~0~ Ketika mencoba mencari tahu makna kebahagiaan, saya teringat beberapa momen ketika saya merasa bahagia. Contohnya ketika menemukan film baru yang dibintangi oleh aktor idola, ketika bertemu dengan teman-teman dekat dan bercanda tawa sepanjang hari, dan ketika memiliki uang yang cukup untuk membeli barang yang diinginkan. Namun, ternyata rasa bahagia itu hadir ketika aktivitas tersebut saya lakukan. Rasa bahagia itu hilang ketika filmnya berakhir, ketika sudah waktunya pamit pulang pada teman-teman, dan ketika saya sudah bosan dengan barang tersebut. Ternyata kebahagiaan yang ini adalah jenis kebahagiaan yang tidak kekal. Lalu saya mencoba mencari tahu lagi, dan saya teringat beberapa momen lain ketika saya merasa bahagia. Contohnya ketika mengeluarkan sebagian uang bula...

Lebih baik mana: Hidup penuh dinamika atau steady life?

Jika ditanya lebih baik mana antara menjalani hidup yang penuh dinamika atau hidup yang datar-datar saja dan adem ayem, aku tidak bisa menjawab. Pasalnya, meskipun secara bahasa keduanya seperti dua hal yang berkebalikan, nyatanya mau dipikir sebagaimanapun, sepertinya kedua hal ini tidak dapat dibandingkan. Bagi anak-anak muda yang masih idealis dan senang tantangan barangkali akan menjawab pilihan pertama tanpa ragu. Namun, bagi orang-orang dewasa yang sudah merasakan begitu banyak asam garam kehidupan, barangkali tidak terlalu sependapat dengan anak-anak muda ini. Menjalani keseharian yang penuh dinamika dikatakan lebih membuat seseorang merasa ‘hidup’, dapat meningkatkan kualitas diri dengan signifikan karena terus menerus belajar dari pengalaman sendiri, dan dapat selalu bersemangat dan bergairah dalam menjalani hidup. Sementara menjalani hidup yang datar-datar saja atau bisa disebut dengan steady life adalah hidup yang berputar pada rutinitas dengan jadwal yang teratur dan disipl...

(Soon) to be mom

Baru saja kontrol dari dokter kandungan di salah satu rumah sakit swasta di Bandung, ternyata hari ini aku mendapatkan motivasi dan ilmu baru. Berawal dari aku yang curhat bahwa aku masih mengalami mual padahal kandungan sudah memasuki usia bulan ke-7. Ketika ditanya kira-kira sebabnya apa, aku sendiri tidak begitu yakin karena terkadang mualnya datang bisa kapan saja. Lalu tiba-tiba saja dokternya bicara tentang pengaruh kepribadian/psikologi terhadap gejala kehamilan. Biasanya orang-orang berkepribadian introvert plus melankolis yang kecenderungannya terhadap perfeksionisme tinggi ini merasa lebih banyak mengalami mual karena orang-orang seperti ini sangat sensitif terhadap keadaan dirinya. Sedangkan orang-orang berkepribadian lain misalnya plegmatis cenderung santai dan dibawa hepi saja proses kehamilannya, kalau koleris malah ada yang mual dan muntah tapi setelah itu langsung kembali makan untuk menggantikan makanan yang keluar. Lucunya adalah ketika dokternya bilang demikian ras...

Beyond Temperament is The Role of Free Will

Gambar
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Masih dari tulisan tiga tahun lalu, ini adalah bahasan bab lanjutan dari Kepribadianku Apakah Sudah Takdirku?  masih dari buku yang sama yaitu Quiet karya Susan Cain. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.  ~0~ "Darah memang lebih kental daripada air. Sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa melarikan diri dari takdirmu." Semua ini bermula dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Carl Schwartz, anak didik Prof. Kagan, yang meneruskan penelitian gurunya tepat di bagian terakhir yang diteliti oleh gurunya. Bakal sifat introvert dan ekstrovert dapat terlihat dari temperamen seorang anak ketika lahir. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, apakah manusia akan tetap memiliki temperamennya sewaktu kecil dan tak berubah sama sekali? Ataukah manusia dapat berubah total 180 derajat karena lingkungannya? Temperamen dan lingkungan adalah dua faktor pembentuk kepribadian yang porsinya tak akan dapat ditentukan bahkan dengan rumus integral ser...

Kepribadianku Apakah Sudah Takdirku?

Gambar
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Ini adalah tulisan dari tiga tahun lalu bersumber dari sebuah buku yang menjadi Best Seller oleh New York Times berjudul Quiet - The Power of Introverts in A World That Can't Stop Talking karangan Susan Cain. Buku ini saat itu sangat menginspirasi dan banyak mengubah pandangan saya. Saya ingin mem-publish lagi tulisan ini karena saya ingin banyak pembaca juga terinspirasi dengan kekuatan sebuah buku, terutama buku ini. Semoga isinya masih relevan dan dapat memberikan manfaat. ~0~ Ketika melihat kembali ke masa lalu, ketika diriku masih anak-anak hampir memasuki masa remaja, aku adalah seorang gadis kecil yang selalu bertanya-tanya. Tentang cara kerja suatu alat, tentang peristiwa alam, tentang diriku sendiri dan tentang orang lain, tentang segalanya. Aku menghabiskan waktu lebih banyak di balkon kamarku, di taman belakang sekolah, dan di tempat-tempat favoritku yang tenang dan damai. Aku melihat langit lalu aku mendapatkan inspiras...

Belajar Tiada Henti

Hidup adalah suatu proses. Proses untuk menjadi dewasa, proses untuk belajar. Hidup hanyalah berisi proses, tidak ada hasil akhir. Belajar terus dilakukan selama hidup. Tak ada saat di mana kita berhenti belajar. Pepatah mengatakan menuntut ilmu itu dari sejak buaian hingga ke liang lahat. Belajar pun banyak bentuknya, mulai dari belajar keterampilan dasar manusia untuk bertahan hidup seperti berjalan, makan, membaca, dan menulis, hingga belajar ilmu-ilmu yang rumit untuk kehidupan profesional. Tak terkecuali belajar untuk mengenal diri sendiri. Tubuh ini adalah titipan, sedangkan jiwa ini adalah ciptaan. Tak ada kata kita dapat sangat mengenal diri sendiri karena bukan kita yang menciptakan. Tak ada kata kita sudah mengenal diri sendiri karena mengenal diri adalah proses belajar yang tak akan pernah berakhir hingga ke liang lahat. Jika mengenal diri sendiri saja tidak mungkin dapat sempurna, maka lebih lebih lagi dalam mengenal orang lain. Tak ada kata kita telah mengenal orang terte...

PERAN ORANG TUA

Pepatah mengatakan, gagal mempersiapkan berarti mempersiapkan untuk gagal. Semua orang tahu itu. Tetapi apa yang terjadi dengan orang-orang yang malas berjuang? Bukan berarti mereka tidak sadar pepatah itu. Namun terkadang tekad untuk mencapai kesuksesan itu tidak lebih besar dari rasa pasrah menerima kegagalan. Menjadi orang tua itu besar tanggung jawabnya. Ketika kita masih memegang tanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri sendiri, kita bisa berkata dengan sedikit perasaan bersalah bahwa apapun yang terjadi pada orang lain melalui diri kita, bukanlah tanggung jawab kita sepenuhnya. Kita tahu bahwa seorang yang dewasa tidak dapat menyalahkan segalanya pada orang lain atas apa yang dialaminya. Ketika kita mendapat masalah, tidak serta merta kita menyalahkan sepenuhnya orang yang menjadi penyebab masalah itu. Ada faktor ketetapan Allah, ketidaktahuan orang tersebut, dll. Begitu pula sebaliknya, ketika orang lain mendapat masalah karena kita, sudah seharusnya orang tersebut tidak...

"Meski lemah, tapi kita bisa menang!"

Apakah sama: I’m weak at it dengan I’m bad at it? Dari drama Yowakutemo Katemasu yang artinya Meski Lemah Tapi Kita Bisa Menang, dibahas bahwa I’m weak at it dan I’m bad at adalah berbeda. I’m weak at it berarti dari dalam diri kita merasa tidak mampu atau tidak cakap melakukan suatu pekerjaan, sedangkan I’m bad at it berarti secara nyata terlihat oleh orang lain bahwa kita tidak bisa atau tidak cakap melakukan suatu pekerjaan. Hal ini sebenarnya berhubungan dengan konsep diri dan dapat diaplikasikan untuk konsep kebalikannya yaitu tentang minat dan bakat. Banyak cerita bahwa orang yang merasa tidak mampu melakukan suatu pekerjaan sebenarnya masih bisa melakukannya walau ngga jago-jago amat. Begitu pula dengan orang yang jelas-jelas kacau hasil pekerjaannya tapi dia tidak merasa demikian. Konsep minat dan bakat sama dengan ilustrasi di atas. Minat dan bakat seseorang bisa saja jatuh pada hal yang berbeda, sehingga kejadiannya bisa seperti ilustrasi di atas. Ahmad memiliki bakat di ...

Lapis-lapis Keberkahan Part 1

Ternyata.. Bahagia itu mudah, semudah menemukan film baru yang dibintangi oleh aktor idola kita, semudah bertemu dengan teman-teman dan bercanda tawa sepanjang hari, dan semudah memiliki uang yang cukup untuk membeli barang yang kita inginkan. Namun, itu adalah jenis kebahagiaan yang hadir selama aktivitas tersebut kita lakukan. Kebahagiaan itu akan berakhir ketika filmnya berakhir, akan berakhir ketika kita pulang ke rumah, pun akan berakhir ketika kita sudah bosan dengan barang tersebut. Tidak kekal. Ini kebahagiaan yang lain. Namun, kebahagiaan ini masih mudah, semudah mengeluarkan sebagian uang bulanan ke infaq masjid dengan harapan akan bermanfaat untuk sesama, semudah mengajarkan ilmu agama dan ilmu dunia dengan harapan akan menjadi amal jariyah, dan semudah berbakti pada kedua orang tua karena tahu ridha mereka adalah ridha Allah. Ah tapi ternyata kebahagiaan ini berbeda dengan kebahagiaan yang sebelumnya. Kali ini kebahagiaan ini tidak berakhir ketika lembaran uang itu suda...

Sangkar dan Rantai

Gambar
Dalam buku Pemulihan Jiwa 4 ini, aku menemukan lagi istilah konsepsi diri yang ternyata baru kupahami sekarang. Dulu, ketika masih sering menonton anime, aku tak sengaja menonton salah satu episode anime XXX Holic. Episode itu bercerita tentang dua orang kakak-adik kembar yang kepribadiannya sangat berbeda meskipun wajah keduanya sama. Di episode itu, ditunjukkan bahwa sang kakak adalah orang yang tidak percaya diri, pemalu, penakut, dan ceroboh. Sementara sang adik adalah orang yang supel, ceria, berbakat, dan percaya diri. Karakter keduanya ditunjukkan dalam kejadian-kejadian dalam episode ini. Sang kakak ditunjukkan bahwa dia selalu pesimis tiap akan melakukan sesuatu, selalu merasa dia tak mungkin melampaui sang adik yang lebih segalanya dari dirinya. Sang kakak yang menyukai seorang laki-laki pun, ketika tahu adiknya menyukai orang yang sama pun langsung mundur karena merasa tak mungkin menang dari sang adik. Pada episode ini, sang kakak disebut sebagai oran...

Not All Chemist Wear White Coats

Ditulis oleh Nurul Nanda Khoiriyah, Muhamad Fikri Amrulloh, Alfi Taufik Fathurahman, dan Muhsin Ali Hadi Mahasiswa Kimia ITB 2011 Dewasa ini, pandangan masyarakat sudah mulai terkikis dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Hal ini ditunjukan dengan pemikiran masyarakat mengenai lulusan setiap jurusan yang bekerja sesuai sektor keahlian masing-masing. Sebagian masyarakat memandang bahwa ketika seseorang lulusan dari jurusan tertentu bekerja maka yang dikerjakan secara maksimum adalah bidang yang dikuasainya (bidang jurusannya). Hal ini tidak sepenuhnya salah, hanya saja perkembangan pandangan masyarakat semakin sempit dengan memandang bahwa ketika lulusan dari jurusan tertentu bekerja di bidang yang bukan ia kuasai maka hasil yang akan diberikannya tidak akan lebih baik dari orang yang menguasai bidang tersebut. Puncaknya, ketika pandangan ini menerpa mahasiswa kimia. Tidak sedikit mahasiswa kimia yang bingung dengan apa yang akan dilakukannya ketika lulus nanti. Ha...

Aku Ingin Sukses!

Seringkali kita mendengar nama-nama orang sukses seperti Chairul Tanjung yang sekarang memiliki bisnis yang sukses padahal dulu beliau hanya seorang anak yang lahir di keluarga yang serba kekurangan. Di sisi lain, kita jarang mendengar seorang yang serba berkecukupan, terutama secara finansial, menjadi orang yang sukses, kecuali yang diwariskan pekerjaan dari orang tuanya. Hal tersebut menimbulkan rasa heran tersendiri di kalangan masyarakat terutama diri penulis sendiri. Setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata penyebab banyak munculnya orang-orang sukses dari golongan masyarakat kurang mampu dan sedikit lahirnya orang-orang sukses dari golongan masyarakat mampu adalah karena faktor mental . Orang-orang yang mengecap kehidupan yang sulit kemungkinan besar secara psikologis akan memiliki motivasi untuk mengusahakan masa depan yang lebih baik secara finansial maupun mental. Hal tersebut menjadikan mereka bekerja dan belajar dengan giat demi memenuhi impian mereka. Sementara itu, ora...

The Highly Sensitive Person: How To Thrive When The World Overwhelms you by Elaine N. Aron, Ph.D.

Another Must-Read-Book for People Who are Interested in This Field ^^ The Highly Sensitive Person: How To Thrive When The World Overwhelms you by Elaine N. Aron, Ph.D. Ketika sedang membaca  post-post  di  home   tumblr  dan melihat akun-akun  tumblr  yang me- reblog  dan menge- fave   quote  dari buku yang baru saya baca, ternyata banyak akun-akun yang tidak saya kenal. Saya klik salah satu akun tersebut dan mata yang tertuju pada  section about me  langsung otomatis membaca. Rasa penasaran tergelitik ketika melihat istilah baru yang belum pernah kutemui. HSP. Memang sekarang jaman yang benar-benar praktis dan mudah. Dengan sedikit browsing alias dengan hanya mengetikkan kata “HSP” di kolom pencarian Google,  page official  langsung muncul di urutan teratas. HSP adalah singkatan dari Highly Sensitive Person.  Siapakah yang disebut dengan HSP? Mereka adalah orang yang memiliki sistem syaraf yang s...

Kecil? Yakin?

Aku baru menyadari, bahwa banyak hal di dunia ini yang diciptakan tidak sesuai dengan namanya. Seperti kebetulan, kebetulan bukanlah kebetulan. Kebetulan sudah ada yang merencanakan untuk terjadi sehingga ia bukanlah kebetulan. Sama seperti kebetulan, hal kecil juga bukanlah hal yang kecil. Hal kecil bukanlah hal yang sepele, ia sebenarnya besar dan sulit. Tahukah kalian, bahwa tersenyum dan mengucapkan salam pada teman yang berpapasan di jalan itu sulit? Apalagi tersenyum dan menyapa orang yang lebih tua seperti kakak kelas. Untuk beberapa orang, itu sulit. Tersenyum dan mengucap permisi pada orang-orang yang sedang duduk ketika kita lewat di hadapan mereka  pun tak mudah. Berbicara dengan lembut pada pedagang disertai kata tolong dan terima kasih? Sejauh yang kulihat, di jaman sekarang ini, sudah tak banyak orang yang melakukannya. Mungkin ini adalah bukti bahwa hal-hal yang dulu kecil dan mudah, sekarang sudah menjadi besar dan sulit. Bukankah melakukan kebaikan kec...

Hikikomori: Penyakit Anak Muda Abad 21!

Waktu sedang iseng-iseng main ke kamar adek saya, saya ga sengaja nemu majalah yang dulu pernah saya beli trus saya kasihin ke dia. Dalam hati saya bilang, “Wah, udah lama ga liat majalah ini.” Lalu akhirnya saya balik-balik majalah itu dan mulai scanning. Ketika sampai pada halaman agak akhir, saya melihat kata yang tidak familiar sehingga membuat saya ingin membaca artikel itu lebih lanjut. HIKIKOMORI Ya, judul artikel itu adalah “Hikikomori”. Menurut artikel itu, hikikomori jika diterjemahkan secara gamblang adalah ‘kemunduran kehidupan sosial’. Hikikomori adalah suatu dilema besar yang terjadi dalam masyarakat Jepang ketika banyak remaja mulai menghilang dari masyarakat umum. Kebanyakan para remaja itu memilih berdiam diri di rumah, mengunci diri di kamar, dan tidak mau bergaul dengan dunia luar. Kebanyakan kegiatan mereka itu tidur sepanjang siang, terbangun ketika sore dan terjaga di malam hari hanya untuk menonton TV, main game, atau online. Kegiatan ini bisa berla...