Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

Sabar: Percakapan dengan Seorang Sahabat

A: Motivasi terkuat apa yang membuat Anda betul-betul berusaha untuk sabar? ان الله مع صابرين  :B لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا :B A: Apa sih makna lain/tersembunyi di balik kata-kata لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ? B: Allah itu ngasih ujian dan cobaan setiap orang itu beda-beda, sesuai dengan kemampuan dia menerima cobaan itu. Jadi ya yakin aja kalau ditimpa cobaan pasti kita bisa melewatinya. Allah kasih cobaan itu karena kita mampu melewatinya. A: Tapi gimana nih ya misal aku dikasih masalah. Trus aku inget ya kalau Allah kasih cobaan ga lebih besar dari kemampuan aku. Eh tapi teh setelah melakukan bandingan ke orang lain teh ternyata cobaan aku mah ceteeek. Trus tiba-tiba aku merasa kapasitas aku super rendah. Dan bukannya malah jadi semangat bangkit malah makin terpuruk bukan karena masalahnya tapi karena tau aku dikasih masalah yang cetek  B: ان الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم. (Innallaha laa yughoyiru maa biqoumin hatta yughoyiru ma...

ANTARA INGIN DAN SIAP MENIKAH

Gambar
Buat para remaja yang sudah tidak memasukkan lagi kata pacaran dalam kamus hidupnya tentu berbeda dengan teman-teman yang masih pacaran (psst, mereka jangan dijauhi ya, tapi harus diberi pencerahan). Lalu, jika tak ada kata pacaran, tentunya yang terpikirkan selanjutnya oleh para remaja ini adalah ta’aruf lalu nikah! Tak ada yang salah dengan hal tersebut, justru baik karena tak terlintas lagi niatan untuk bermasiat. Nah, tapi ternyata ada dua jenis orang yang berpikir tentang menikah, yaitu orang yang ingin menikah dan orang yang siap menikah. Bedanya apa sih? Orang yang ingin menikah hanya berpikir bahwa menikah itu enak karena nanti sudah tidak jadi jomblo lagi, nanti tidur ada yang menemani, nanti ada seseorang yang merawat dan memberi perhatian, nanti pasti jadi bahagia, dan seterusnya. Sedangkan orang yang siap menikah adalah orang yang sudah tahu dan paham enak dan tidak enaknya menikah dan meskipun ada tidak enaknya, orang ini bersedia menanggung resiko dari pernikahan. Minds...

SURAT AL-KAHFI DAN DAJJAL

Materi Majelis Talim 7 Februari 2017 Pusdai   SURAT AL-KAHFI DAN DAJJAL Oleh Ustadz Abdurrahman Wahid, Lc Bismillahirrahmaanirrahiiim   Tanda-tanda Akhir Jaman Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan dan orang yang benar justru didustakan, penghianat diberikan amanah dan orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Al-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Al-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh [Al Rajut At Taafih] tetapi sok mengurusi urusan orang banyak”. [HR. Ibnu Majah No.4036, Ahmad No. 7912. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No.7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84] Munculnya dajjal   Dajjal menurut bahasa berasal dari kata dajala, berarti berdusta dan menutup. Dajala haq bil batil artinya menutupi atau mencam...

Lapis-lapis Keberkahan Part 1

Ternyata.. Bahagia itu mudah, semudah menemukan film baru yang dibintangi oleh aktor idola kita, semudah bertemu dengan teman-teman dan bercanda tawa sepanjang hari, dan semudah memiliki uang yang cukup untuk membeli barang yang kita inginkan. Namun, itu adalah jenis kebahagiaan yang hadir selama aktivitas tersebut kita lakukan. Kebahagiaan itu akan berakhir ketika filmnya berakhir, akan berakhir ketika kita pulang ke rumah, pun akan berakhir ketika kita sudah bosan dengan barang tersebut. Tidak kekal. Ini kebahagiaan yang lain. Namun, kebahagiaan ini masih mudah, semudah mengeluarkan sebagian uang bulanan ke infaq masjid dengan harapan akan bermanfaat untuk sesama, semudah mengajarkan ilmu agama dan ilmu dunia dengan harapan akan menjadi amal jariyah, dan semudah berbakti pada kedua orang tua karena tahu ridha mereka adalah ridha Allah. Ah tapi ternyata kebahagiaan ini berbeda dengan kebahagiaan yang sebelumnya. Kali ini kebahagiaan ini tidak berakhir ketika lembaran uang itu suda...

Tentang Sebuah Organisasi

Gambar
Baru kumengerti lebih jauh tentang FIKA. FIKA bukanlah organisasi formal yang menjalankan AD-ART dengan ketat, bukan pula hanya komunitas tempat orang berkumpul seperti biasa orang lakukan. FIKA adalah organisasi semi-formal. FIKA memiliki proker yang harus dijalankan namun ada satu hal yang harus selalu dijunjung tinggi, KEKELUARGAAN. FIKA bukanlah organisasi, FIKA adalah KELUARGA. “Tak apalah FIKA bubar. Asalkan orang-orangnya tetap datang saat ada acara silaturahim, tak apalah FIKA tak ada. Tujuan FIKA didirikan bukan untuk menjalankan proker, tapi untuk memiliki keluarga. Di jaman sekarang ini, sulit untuk memiliki orang-orang yang bisa kita percaya. FIKA ini ada untuk apa? FIKA ada untuk tempat berbagi, sebagai rumah kedua, di dalamnya ada orang-orang yang bisa kita percaya. Manfaat adanya FIKA ini bukan untuk sekarang, tapi untuk 10-20 tahun ke depan, bukan sekarang.”   - Akim “Ada yang mengatakan, untuk mengobati hati yang gundah salah satunya adalah dengan berkump...

Tentang Sebuah Komunitas

Baru kali ini aku merasa nyaman berada seorang diri dalam suatu komunitas. Aku nyaman tidak terlibat dengan orang di dalamnya. Aku nyaman dianggap tak ada padahal mereka melihatku. Itu semua karena aku sedang berada dalam komunitas berisi orang-orang yang melampaui batas. Tak ada rasa ingin berbaur sedikitpun. Aku tak ingin menjadi bagian dari mereka. Mereka brutal. Mereka tak menerapkan kontrol diri dalam perilaku mereka, seakan mereka bebas sebebas-bebasnya di dalamnya. Mereka mempertunjukkan kegilaan dan kegemaran mereka terhadap sesuatu yang tabu, sesuatu yang semakin lama disukai semakin menghancurkan moral. Di dalamnya tak ada batasan norma-norma yang biasa berlaku dalam masyarakat, seakan mereka telah membentuk masyarakat jahiliyah. Muslim dan non-muslim, laki-laki dan perempuan berinteraksi layaknya tak ada Tuhan yang melihat mereka, setan menguasai mereka. Laki-laki berubah menjadi perempuan, perempuan sengaja mengubah dirinya menjadi laki-laki. Mereka mengakui tak ada p...

Mengubah yang Biasa Menjadi Luar Biasa: Part 2

Akhirnya saya sempet nulis lagi setelah sekian lama dikarenakan kesibukan kuliah (padahal ga sibuk-sibuk amat sih) dan mungkin sedikit nggak mood (yeah *plak). Namun, akhirnya hari ini saya mood untuk menulis dan ini adalah lanjutan dari artikel yang berjudul sama dengan yang pernah saya post berbulan-bulan lalu. Bisa dilihat ada tulisan "Part 2"-nya hehe. Enough babbling, just enjoy reading. :) ~0~ Baca bagian sebelumnya: Mengubah yang Biasa Menjadi Luar Biasa: Part 1 Dalam hidup ini, kesuksesan seseorang setidaknya dipengaruhi oleh 2 faktor : sunnatullah dan inayatullah . Sunnatullah adalah apa yang disebut dengan sebab akibat. Misalnya jika kita ingin menjadi juara kelas, kita harus belajar yang rajin dan tekun. Sedangkan inayatullah adalah pertolongan Allah. Kita bisa saja sudah berikhtiar dengan sungguh-sungguh, tetapi jika pertolongan-Nya tidak datang maka kita bisa saja mengalami kegagalan. Oleh karena itu, untuk mencapai sukses kita tidak boleh ...

Mengubah yang Biasa Menjadi Luar Biasa: Part 1

Baru saja tadi pagi saya membaca sebuah buku tipis namun isinya padat dan sangat menginspirasi. Buku ini berisi tips-tips penting untuk mengubah diri kita dari biasa menjadi luar biasa. Isi buku ini akan mengilhami pelajar yang ingin sukses dalam studinya maupun seseorang yang ingin hidupnya sukses di dunia dan akhirat. Saya bahkan menyesal baru membacanya sekarang, padahal buku ini sudah ada di rak dalam keadaan masih terbungkus plastik sejak lama. Enjoy reading. Lahir Nabi Muhammad SAW dan dunia mengenal Islam, Lahir Ibnu Sina dan dunia mengenal ilmu kedokteran, Lahir Socrates dan dunia mengenal filsafat, Lahir Newton dan dunia mengenal teori gravitasi, Lahir Thomas Alva Edison dan dunia mengenal listrik, Lahir Albert Einstein dan dunia mengenal teori relativitas, Lahir Bill Gates dan dunia mengenal microsoft, Lahir Soekarno dan dunia mengenal Pancasila, Lahir Ary Ginanjar dan dunia mengenal ESQ, So, ketika kita lahir, dunia mengenal apa? Pembukaan buku ini bahkan mempro...

Hafalan Shalat Delisa (Review Film)

Gambar
Kemarin aku baru saja menonton sebuah film Indonesia di bioskop bersama dengan anak-anak DKM AI tercinta dan aku ingin berbagi dengan pembaca semua. Film Indonesia ini termasuk salah satu film-film Indonesia yang bagus seperti Laskar Pelangi. Film ini diadaptasi dari novel laris karya Tere Liye berjudul Hafalan Shalat Delisa, film yang sangat mengharukan tetapi penuh makna dan kesan. Film ini berlatar di Lhok Nga, Aceh, pada saat kejadian 26 Desember 2004 lalu. Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Delisa. Delisa adalah seorang anak yang cerdas, aktif, dan banyak bicara. Delisa sangat rukun dengan keluarga dan kakak-kakaknya, Fatimah dan Zahra. Namun, dia tidak terlalu akur dengan satu kakaknya yang jarak usianya paling dekat dengannya, Aisyah. Aisyah dan Delisa selalu bersaing dalam segala hal. Delisa belajar di sebuah sekolah sederhana dan diajar oleh seorang ustadz yang bernama Rahmat. Suatu hari, Ustadz Rahmat memberitahukan pada seluruh anak muridnya jika ...