Postingan

Tidur Berkualitas: Indikator Kesehatan Mental Baik

Gambar
Terlambat hadir setengah jam di seminar online Membasuh Luka Pengasuhan sesi 2, ketika hadir langsung disuguhi topik yang hmm banget. Apa pasal? Teh Diah bilang bahwa indikator kesehatan mental bagus adalah tercukupinya waktu tidur terutama di waktu deep sleepnya dengan indikator bangun tidurnya bugar. Jadi kalau tidur sudah lama, misal mencukupi 6-7 jam sehari tapi bangun tidur masih merasa tidak bugar, kemungkinan waktu deep sleepnya tidak mencukupi.    Pas denger itu saya langsung jleb dong. Apa pasal? Saya sering merasa sulit tidur dan kalau bangun pagi masih merasa lelah dan ngantuk. Sebelumnya saya pikir ini faktor kebiasaan. Dari jaman sekolah kadang tidur larut mengerjakan tugas, di hari libur terkadang begadang nonton atau baca komik, sampai waktu mahasiswa pun sudah tidak kesulitan lagi begadang untuk belajar ataupun mengerjakan laporan. Jadi terkadang saya jam 6 sore ngantuk, tapi giliran anak-anak sudah tidur jam 9 malam, saya malah cenghar. Beda banget sama suami ...

Rendah Diri adalah Buah Luka Pengasuhan

Gambar
Dari kulzoom Membasuh Luka Pengasuhan dijelaskan bahwa tema-tema luka pengasuhan unwanted child, bullying, dan sibling rivalry erat hubungannya dengan harga diri anak. Unwanted child tidak selalu identik dengan anak dari kehamilan yang tidak diinginkan, tapi bisa juga dengan kurangnya waktu orang tua dengan anaknya misalnya karena pekerjaan, atau karena sibuk dengan adiknya yang lebih kecil, atau bisa juga dengan seringnya dititipkan ke nenek kakeknya atau kerabat keluarga lain. Apa saja yang membuat anak merasa dirinya tidak diinginkan adalah tema unwanted child. Apa akibatnya jika anak sudah merasa tidak diinginkan? Anak akan merasa dirinya tidak cukup berharga dan merasa rendah diri. Tema luka pengasuhan bullying juga tidak selalu berasal dari teman. Kasus bullying di sekolah justru awalnya berasal dari rumah. Menyebut nama anak dengan sebutan buruk dan sering memukul dan mencubit secara tidak sadar adalah salah satu bullying secara verbal dan fisik dari rumah. Jika hal ini terjadi ...

Review Bebas: Buku Membasuh Luka Pengasuhan oleh Diah Mahmudah

Gambar
Buku Membasuh Luka Pengasuhan oleh Diah Mahmudah Bismillahirrahmaanirrahiim.. Masa pandemi ini menjadi momen yang tepat bagi banyak orang untuk mulai menyadari isu-isu mental health, tidak terkecuali juga aku. Dimulai dari sadarnya bahwa ada yang salah dengan diri ini, lalu berlanjut dengan banyaknya seminar online yang mengajak untuk mengecek kesehatan mental diri sendiri, hingga akhirnya aku dipertemukan dengan Teh Diah dan Pak Dandi, sepasang psikolog fenomenal yang mengelola Dandiah Care Center, berkompetensi sebagai marital counselor juga psikoterapis. Tanpa banyak pertimbangan, aku langsung memesan Buku Trilogy Positive Parenting yang saat itu baru saja open pre-order karena merasa punya masalah tema luka pengasuhan. Ketika baru datang, masya Allah rasanya nano-nano sekali membaca salah satu bukunya yaitu Buku Membasuh Luka Pengasuhan. Saat membacanya, saat itu pula aku merasa perjalanan mentalku akan dimulai. Buku Membasuh Luka Pengasuhan dipersembahkan oleh Teh Diah d...

Projective Test

Gambar
Projective Test adalah tool untuk mengetahui kondisi emosi seseorang. Ketika dipadankan dengan Talents Mapping, keduanya insya Allah akan jadi tools yang mumpuni untuk kemajuan individu yang diasses tersebut. Projective Test, ternyata sudah tidak asing untuk para jobseeker. Begitu juga aku. Jaman baru lulus S1, jadi jobseeker, setelah lolos tes potensi akademik, lanjut ke projective test yaitu tes gambar (dulu nggak tahu itu namanya projective test). Bisa berupa gambar rumah, orang, pohon, ataupun melengkapi gambar di 8 kotak. Ternyata tidak pernah lolos tahap ini. Something wrong aku pikir. Tapi alhamdulillah akhirnya lolos di pekerjaan yang nggak pakai test ini. Selanjutnya kerja, nikah, hamil, resign, ngasuh anak. Saat jadi full IRT inilah something wrong itu terasa kuat lagi, tapi tak tahu harus bagaimana dan mencari solusi ke mana. Dan setelah itu kuliah S2, hamil anak kedua, lalu ngasuh 2 anak sambil tesis. Something wrong itu terasa semakin kuat lagi. Tapi masih bingung harus me...

Didikan Langit

Gambar
Ada suka dukanya mengasuh anak-anak bersama orang tua/mertua (alias numpang). Sukanya adalah ada bala bantuan dan senang melihat cucu disayang eyangnya. Dukanya..hmm..complicated. Semua ibu pasti ingin dinomorsatukan anaknya, dalam kondisi apapun itu. Tapi, mengasuh anak bareng orang tua mengajarkan hal lain. Bahwa anak-anak itu memang adalah titipan, bukan milik. Tak akan pernah kita selalu menguasai mereka, memerintah mereka. Tak ada tempat bagi egoisme orang tua untuk diagungkan anak. Bahwa anak-anak itu memang adalah titipan. Mengasuh dan mendidik mereka adalah kewajiban orang tua. Tapi hasil adalah hak prerogatif Allah semata. Tak ada tempat bagi egoisme orang tua menjadikan anak ini dan itu agar hebat di mata orang. Bahwa mendidik anak adalah ujian keikhlasan. Memberikan yang terbaik saat mereka bersama kita. Namun tidak merasa berat saat mereka berpisah dari kita. Ternyata, mendidik anak bersama orang tua adalah didikan langit. Apakah itu duka?

Algoritma Ujian

Gambar
Pernah merasa dapat masalah/ujian/cobaan hidup di ranah yang sama terus? Pernah berharap seandainya kita diciptakan berbeda dari kita yang sekarang supaya tidak mengalami masalah tersebut? Aku pernah. Ternyata algoritma ujian hidup itu luar biasa. Allah pembuatnya. Ya Allah sudah bilang bahwa setiap orang beriman akan diuji. Allah juga bilang kita akan diuji tidak melebihi batas kemampuan kita. Tapi ternyata kita juga tidak akan diuji di hal-hal yang tidak akan menjadi ujian untuk kita. Makanya ujian orang berbeda-beda. Jika kita kenali diri kita sendiri dan sadari bahwa saat ini sedang terjadi ujian untuk kita, maka kita akan tahu harus apa.    Kalau pakai konsep TM, misalnya orang yang bakat includernya tinggi akan diberi ujian dengan rasa kesepian karena tidak bisa berkumpul dengan kawan-kawan, hal ini tidak menjadi ujian untuk yang bakat includernya rendah. Lalu kalau orang yang bakat maximizernya tinggi akan diberi ujian dengan dorongan bakatnya itu untuk mengurusi segala...

Talents Mapping: Input, Intellection, dan Activator (Si Kolektor, Si Haus Ilmu, dan Si Gercep)

Gambar
Di masa covid ini akhirnya semua seminar dan kuliah dilakukan secara daring. Bagi beberapa orang hal ini sangat menguntungkan karena bisa meniadakan jarak dan memudahkan seseorang ikut seminar/kuliah tertentu. Hmm sayangnya bagi seorang yang berbakat input dan intellection, tapi tidak berbakat activator, semua seminar daring ini menjadi bumerang. Pasalnya bakat intellectionnya itu selalu kehausan tiap kali melihat iklan seminar ini itu yang hanya perlu beberapa klik saja untuk mengikutinya. Belum lagi bakat inputnya yang selalu berbisik 'kayaknya belum punya ilmu mumpuni tentang ini deh, eh kayaknya perlu tahu lebih dalam tentang itu deh, eh ini kayaknya menarik dan perlu dipelajari deh'. Hmmm sebenarnya bakat ini bagus sih tapii dengan skor bakat activator yang rendah, semua ilmu itu berpotensi hanya akan mengendap di kepala! Apalagi kalau saking banyaknya informasi dan ilmu yang masuk malah jadi banjir informasi! Semakin banyak informasi malah semakin tenggelam dan tidak b...