Selasa, 17 November 2015

"Meski lemah, tapi kita bisa menang!"

Apakah sama: I’m weak at it dengan I’m bad at it?

Dari drama Yowakutemo Katemasu yang artinya Meski Lemah Tapi Kita Bisa Menang, dibahas bahwa I’m weak at it dan I’m bad at adalah berbeda. I’m weak at it berarti dari dalam diri kita merasa tidak mampu atau tidak cakap melakukan suatu pekerjaan, sedangkan I’m bad at it berarti secara nyata terlihat oleh orang lain bahwa kita tidak bisa atau tidak cakap melakukan suatu pekerjaan. Hal ini sebenarnya berhubungan dengan konsep diri dan dapat diaplikasikan untuk konsep kebalikannya yaitu tentang minat dan bakat. Banyak cerita bahwa orang yang merasa tidak mampu melakukan suatu pekerjaan sebenarnya masih bisa melakukannya walau ngga jago-jago amat. Begitu pula dengan orang yang jelas-jelas kacau hasil pekerjaannya tapi dia tidak merasa demikian.

Konsep minat dan bakat sama dengan ilustrasi di atas. Minat dan bakat seseorang bisa saja jatuh pada hal yang berbeda, sehingga kejadiannya bisa seperti ilustrasi di atas. Ahmad memiliki bakat di logika matematika dan sains, tapi sebenarnya minatnya justru pada sastra dan sejarah. Dia itu memang jago kalau menjawab soal-soal matematika dan sains, nilai-nilai matematika dan IPAnya juga lebih tinggi dari pelajaran lainnya, tapi kalau sudah pelajaran bahasa dan sejarah, wah antusiasnya bukan main dan aktif terus di kelas. Mengetahui minat dan bakat kita adalah bagian dan menemukan jati diri yang akan menjadi bekal untuk menjalani masa depan. Memiliki minat dan bakat di bidang yang sama adalah suatu anugerah karena tidak harus bingung menentukan karir di masa depan. Tapi bagaimana jika ternyata minat dan bakat berasa di bidang yang berbeda? Lebih baik mana: memilih minat atau bakat sebagai karir? Hm, bahasan ini dilanjut lain kali aja ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar