Minggu, 07 Agustus 2011

Handwriting Analysis (Analisis Tulisan Tangan/Grafologi) Bagian 2

Baca bagian sebelumnya: Handwriting Analysis (Analisis Tulisan Tangan/Grafologi) Bagian 2
                     

 VII. KEMIRINGAN TULISAN

Kemiringan tulisan menceritakan tentang bagaimana seseorang mengekspresikan perasaannya. Lebih tepatnya, dengan melihat kemiringan tulisan, kita bisa tahu apakah seseorang itu tipe emosional atau tidak.

1.       Tulisan Miring ke Kanan


Penulis cenderung ekspresif atau memperlihatkan apa yang dirasakannya. Semakin miring ke kanan, semakin ekspresif penulisnya. Jika tulisan terlalu miring hingga hampir menyentuh garis horizontal, penulis adalah orang yang tidak mampu mengelola emosinya. Jika tulisan miring sedikit (sekitar 15o-20o), penulis adalah orang yang hangat dan menyenangkan untuk berkawan. Penulis mampu mengekspresikan perasaannya dengan tidak berlebihan, memiliki perasaan empati yang kuat, dan mampu berpikir jernih.

2.      Tulisan Tegak


Penulis dominan menggunakan logikanya untuk memutuskan sesuatu. Baginya, segala sesuatu harus masuk akal. Penulis jarang sekali melibatkan perasaannya dalam kehidupan kesehariannya sehingga penulis cenderung terlihat sebagai orang yang dingin.

3.       Tulisan Miring ke Kiri


Penulis adalah orang yang menarik diri dan menutupi perasaan aslinya. Penulis bersikap diplomatis, tidak mengemukakan apa yang sebenarnya, menahan fakta, dan tidak terus terang. Dalam kasus yang ekstrem (kemiringan tulisan sangat ke kiri), penulis adalah orang yang dingin, hanya berpikir tentang dirinya sendiri, sangat independen, dan sulit untuk diajak bergaul.

4.      Kemiringan Tidak Jelas


Penulis memiliki ekspresi dan pengelolaan emosi yang tidak jelas. Mood penulis tidak mudah diduga. Ketidakmampuan penulis mengontrol diri adalah cirri khas penulis dengan tipe ini.



VIII.  JENIS PENULISAN DAN SAMBUNGAN PADA TULISAN

a.       Tulisan Cetak

Penulis yang menulis dengan huruf cetak menyukai hal-hal yang praktis, cepat dan mudah. Tetapi dalam ilmu Grafologi, orang yang menulis dengan huruf cetak dikatakan lebih tidak ramah daripada orang yang menulis dengan huruf sambung.


b.      Tulisan Bersambung (cursive writing)

Tulisan bersambung merupakan sumber informasi yang paling lengkap untuk dilihat dan digali tentang bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain. Tulisan bersambung juga memudahkan kita untuk melihat kekhasan karakter seseorang dengan orang lainnya.

c.       Sambungan Garland


Sambungan Garland adalah jenis tulisan bersambung yang sering kita pelajari sewaktu SD. Karena itulah, jika masih ada orang dewasa yang memakai tulisan seperti ini dari kecil, maka penulis adalah orang yang konvensional dan penuh aturan. Positifnya, penulis Garland adalah individu yang ramah, berjiwa sosial, dan suka membangun jaringan.

d.      Sambungan Sham Garland


Sambungan jenis ini mirip dengan sambungan Garland, hanya saja, penulis sering menuliskan huruf “w” seperti “m” dan huruf “v” seperti “u”, begitu pula sebaliknya. Penulis adalah seseorang yang sulit untuk melakukan kejujuran dan suka mengambil keuntungan dengan memanipulasi orang lain. Retouching dengan tanda tebalnya huruf tertentu karena digoreskan berkali-kali juga memperkuat potensi ketidakjujuran penulis.

e.      Sambungan Arcade (payung)


Sambungan tipe ini dicirikan dengan adanya garis penghubung huruf yang berada di atas huruf dan sering membentuk bangunan seperti “payung pelindung”. Penulis adalah seseorang yang cenderung tidak jujur dan menyembunyikan fakta. Suka nampak formal dan memunculkan kesan keren adalah upaya penulis untuk menutupi hal yang jelek darinya. Jika sambungan ini terdapat pada hampir seluruh tulisan, penulis adalah orang munafik sejati. Namun positifnya, penulis adalah orang yang penuh perhitungan dan tidak sembarangan menyampaikan informasi.

f.        Sambungan Angular atau Menyudut


Penulis adalah orang yang agresif, suka bekerja keras, suka kompetisi, terkesan ketus, dan kadang nampak seperti tidak mempunyai hati. Penulis memiliki rasa toleransi yang kecil, mudah frustasi, mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi, mudah tegang, dan menganggap dirinya paling benar. Positifnya, penulis adalah orang yang berpikir dan bertindak cepat, yakin pada pikirannya, tidak suka bertele-tele, dan to the point.

g.       Sambungan Jelujur


Sambungan tipe ini adalah tipe tulisan yang biasa dimiliki oleh seorang dokter. Penulis adalah orang yang licik dan curang, suka merahasiakan fakta, memaksakan kehendak, atau bahkan manipulatif. Tidak ada kode etik kerja yang memerintahkan dokter untuk menulis dengan tipe seperti ini, tetapi mengapa para dokter memiliki tulisan seperti ini? Ada satu kesamaan : mereka berusaha menyembunyikan sesuatu.


IX. KECEPATAN PENULISAN

a.       Tulisan Cepat


Penulis adalah orang yang suka berpikir cepat, bertindak dulu, berpikir kemudian, cerdas, tidak sabaran, grusa-grusu, atau dalam kondisi tergesa-gesa.

b.      Tulisan Lambat


Penulis adalah orang yang berpikiran lambat, perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikan sebuah permasalahan, hati-hati, dan penuh perhitungan. Bisa jadi penulis juga orang yang masih kekanak-kanakan atau selalu bertindak ragu-ragu.



X. HURUF-HURUF UNIK PEMBUKA CERITA

Huruf-huruf unik pembuka cerita adalah huruf-huruf tertentu yang telah diketahui mencirikan adanya hambatan diri dalam upaya pencapaian kesuksesan seseorang. Para Grafolog menyebutnya sebagai huruf-huruf unik penanda “The Ten Roadblocks to Success Letters”.

a.       Huruf Tanda Kebingungan


Yaitu huruf-huruf yang saling bersinggungan dan tumpang tindih (antara huruf pada baris atas dengan huruf pada baris di bawahnya). Hal ini menunjukkan adanya konflik kronis di pikiran penulisnya. Penulis memiliki banyak hal yang ingin dicapai atau dilakukan tetapi semuanya samar dan tidak ada yang jelas. Penulis biasanya memiliki kesulitan untuk menentukan visi dan misi hidupnya.

b.      Huruf Tanda Konsep Diri Jelek

a.       Tidak Percaya Diri


Ditunjukkan oleh huruf “t” dengan cross bar terletak rendah pada tiangnya. Semakin rendah letak cross bar-nya, semakin jelek rasa percaya diri seseorang. Tanda lain adalah tanda tangan yang berbentuk cangkang tertutup.

b.      Harga Diri yang Tidak Sehat



Ditunjukkan juga oleh cross bar pada huruf “t” yang rendah. Tanda lainnya adalah tanda tangan yang dicoret, tanda tangan yang ukurannya terlalu kecil dan terlalu besar. Penulis memiliki kecenderungan untuk menjaga jarak dengan orang lain, menguji orang yang mendekatinya, menutup diri, posesif, pencemburu, culas, narsis, dan merasa tidak mungkin diterima orang lain.

c.       Tanda Ketidakjujuran



Tanda ketidajujuran ditandai dengan (1)huruf “o” dengan tusukan kecil di dalamnya, (2)huruf-huruf yang goresannya tidak utuh / terputus terutama bagian bawahnya, (3)retouching, dan (4)pengulangan goresan pada huruf yang sama.

d.      Licik


Penulis yang licik memiliki tulisan dengan ciri “fellon claw” atau “cakar serigala”. Ciri ini biasanya muncul saat penulis menulis huruf “j”, “y”, “g”, dan terkadang pada huruf “k”.

e.      Tanda Takut Ditolak


Dicirikan dengan huruf “m” yang lengkungan keduanya lebih besar. Penulis adalah seseorang yang ragu-ragu dalam berucap, bertindak, dan berinteraksi. Penulis takut kecewa dan merasa tidak setara dengan sekelilingnya.

f.        Tanda Takut Dikritik


Dicirikan oleh huruf “d” dengan tangkai yang menggelembung. Penulis dengan tanda ini memiliki toleransi kritikan rendah, sangat sensi, dan sangat takut akan penolakan.

g.       Tanda Mudah Marah dan Tidak Sabar


Dicirikan oleh huruf “t” dengan cross bar yang lari di sebelah kanan tiang dan huruf “i” dengan titik yang berbentuk paku dan berada pada posisi sebelah kanan tiang.

h.      Tanda Suka Menunda


Dicirikan oleh huruf “t” dengan cross bar terletak di sebelah kanan tiang dan huruf “i” yang titiknya berada di sebelah kiri tiang.

i.        Keras Kepala


Dicirikan dengan bentuk huruf “t” yang menyerupai tenda suku Indian di Amerika. Semakin lebar bentuk tendanya semakin keras kepala si penulisnya.

j.        Tanda Sikap Pesimis


Dicirikan dengan garis dasar tulisan yang menurun.



XI.  TANDA TANGAN

Tanda tangan berbeda dengan tulisan tangan, tidak bisa dianalisis tanda-tandanya seperti kita menganalisis tulisan tangan. Mengapa? Karena tanda tangan dibuat dan direkayasa oleh penulisnya, tidak seperti tulisan tangan sehingga apa yang muncul dalam tanda tangan sebenarnya adalah hasil rekayasa dari pemiliknya. Melihat karakter asli penulis lebih terbatas pada tanda tangan dibandingkan dengan tulisan tangannya. Dalam kenyataannya, hampir sebagian besar pemilik tanda tangan masih menyimpan pertanyaan tentang tanda tangannya sendiri. Tanda tangan adalah miniatur pemiliknya, simbol yang mewakili dirinya.

a.       Tanda Tangan Berbentuk Cangkang


Penulis adalah orang yang memiliki ketakutan jika berdekatan dengan orang lain. Penulis ingin melindungi dirinya sebagai arti dari cangkang atau benteng dalam tanda tangannya.

b.      Tanda Tangan dengan Banyak Hiasan


Tanda tangan dengan banyak hiasan mencerminkan pemiliknya yang suka berdandan. Untuk apakah seseorang berdandan? Satu hal yang pasti yaitu untuk menarik perhatian. Penulis yang memiliki tanda tangan ini sangat menyukai penampilan yang prima, perhatian dari orang lain, dan merasa yesss pada saat publik memperhatikan.

c.       Tanda Tangan Agresif


Tanda tangan yang agresif akan memuat bentuk-bentuk tajam dan meruncing sehingga mirip dengan bentuk pisau atau panah. Untuk mengetahui apakah kepribadiannya memang benar agresif, lihat tulisannya. Jika tulisan dan sambungannya menyudut, berarti penulis memang seorang yang agresif. Jika tulisan membulat dan sambungannya garland atau huruf cetak, berarti dia adalah seorang yang sebenarnya tidak agresif tetapi ingin terlihat agresif dan sangar.

d.      Tanda Tangan dengan Ukuran yang Jauh Berbeda (dari tulisan tangannya)




Karakter yang berlawanan seperti ini menunjukkan ada konflik batin dalam diri penulisnya. Misalnya, seorang penulis memiliki tanda tangan yang lebih besar dari tulisannya. Hal ini menunjukkan bahwa penulis adalah orang yang ingin tampak besar, ingin diperhatikan, dan dihargai tetapi sebenarnya dia merasa dirinya inferior, kecil, dan tidak berarti. Lalu, penulis yang memiliki tanda tangan lebih kecil dari tulisannya adalah orang yang nyaman dengan kehidupan pribadinya tetapi ketika berada di bawah sorotan publik, dia akan grogi setengah mati.

e.      Tanda Tangan Si Haus Pujian


Tanda tangan orang yang haus pujian dicirikan dari goresan bertubi-tubi berbentuk “penopang” di bawah tanda tangan si penulis.

f.        Tanda Tangan Seorang yang Tidak Menyukai Dirinya Sendiri


Seseorang yang tidak menyukai dirinya sendiri terutama tampilannya di depan publik akan memliki tanda tangan dengan coretan di tengahnya.

Sumber: Grapho for Success - Bayu Ludvianto

7 komentar:

  1. wow.. ulasanya sangat menarik. tapi sepertinya beberapa pengertiannya berbeda dari yang umumnya. apa itu valid ?
    terimaksih.. :)

    Maura/14/P :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sumbernya dari buku "Grapho for Success" karya Bayu Ludvianto yang gambar covernya saya taruh di part 1. Menurut saya ini valid karena sumbernya dari buku, menurut Maura?
      Trima kasih sudah mampir :)

      Hapus
    2. Nurul Nanda, mohon izin copas ya.... saya sudah beli dan baca juga buku pak Bayu dan pernah bertemu orangnya. Tapi belum sempat resume. Saya mohon izin untuk copy paste resume Nurul ya...

      Hapus
    3. Iya silakan dicopas, Rahmadsyah :)
      Wah Anda Mind-Therapist? Dan sudah pernah bertemu Pak Bayu? Wah saya sangat tersanjung atas kedatangan Anda hehe. Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
    4. numpang tanya, buku nya ada dijual di gramedia nggk?

      Hapus
    5. Iya, bukunya ada di Gramedia, mba Ester :)

      Hapus
  2. Grafologi = ilmu menganalisa potensi kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya.
    Ina,s.psi, M.Psi,CHA
    psikolog, grafolog dan dosen di USU.
    Phone : 081397080831
    081262626161
    Email : Bundaina7@yahoo.Com
    Kantor : JL.Bromo Ujung no.226
    (Komp.Ruko Hijau) Kec.Medan Area
    Medan - Sumatera Utara

    BalasHapus