Senin, 26 Maret 2012

The Happiness Project

Karena beberapa kejadian yang teringat lagi olehku beberapa jam belakangan ini, aku jadi ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Aku ingat ada sebuah cerita berjudul Family Project, lalu aku ingat apa yang sedang kubutuhkan saat ini, yaitu kebahagiaan. Iseng-iseng aku mengetikkan dua buah kata pada kolom pencari, “Happiness Project”. Ternyata hasilnya lebih dari yang kuduga. Aku mendapatkan sebuah buku yang berjudul sama dengan kuketikkan di kolom pencari. Buku yang baru terbit pada tahun 2010 itu sukses menarik perhatianku.


Aku baca setiap review yang menceritakan isi buku itu. Meskipun aku belum membacanya, tapi aku rasanya mendapatkan gambaran yang cukup jelas tentang isi buku itu.

Buku “Happiness Project” yang ditulis oleh Gretchen Rubin ini adalah buku yang menceritakan kisah nyata sang penulis sendiri yang menjalani “Proyek Kebahagiaannya” selama 12 bulan. Gretchen yang berprofesi sebagai penulis merasa hidupnya biasa-biasa saja, bahkan ia sering meluapkan kemarahannya karena hak-hal sepele. Ketika ia menghitung umurnya, ia menyadari bahwa banyak momen yang dilewakannya begitu saja dengan perasaan biasa-biasa saja dan tidak bahagia.

Akhirnya, ia mendapatkan ide untuk membuat proyek kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Hal pertama yang dilakukannya adalah mengobrol dengan adik perempuannya dan membaca buku-buku tentang kebahagiaan sampai akhirnya dia mendapatkan 11 unsur yang dapat meningkatkan kebahagiaan menurut risetnya.

Kesebelas unsur itu adalah vitalitas, kehidupan perkawinan, pekerjaan, peran sebagai orang tua, penggunaan waktu senggang, persahabatan, uang, spiritualitas, hobi, olah pikiran, dan perubahan sikap. Setiap bulan sejak bulan Januari, Gretchen memfokuskan diri pada salah satu dari kesebelas unsur tersebut hingga akhirnya pada bulan Desember, ia menerapkan kesebelas kebiasaan tersebut secara serempak.

Dalam pelaksanaan proyek kebahagiaan yang digarapnya selama setahun itu, Gretchen menyimpulkan empat rumusan kebahagiaan yang ia namakan ‘Empat Kebenaran Indah’.

Dalam Kebenaran Indah Pertama, secara praktis Gretchen mendefinisikan kebahagiaan sebagai mengalami sesering mungkin perasaan senang dan benar, mengurangi seminimal mungkin perasaan buruk, dan terus memacu diri untuk mempelajari hal-hal baru yang bisa meningkatkan kebahagiaan.

Kebenaran Indah Kedua yang disimpulkan Gretchen: Salah satu cara terbaik membuat diri bahagia adalah dengan membuat orang lain bahagia. Salah satu cara terbaik untuk membuat orang lain bahagia adalah dengan membuat diri bahagia. Jadi untuk membuat diri sendiri bahagia terlebih dahulu bukanlah sebuah proyek yang egois, karena hanya orang yang berbahagialah yang mampu membahagiakan orang lain.

Kebenaran Indah Ketiga: Hari demi hari bisa terasa sangat panjang, tetapi tahun bisa terasa teramat singkat. Kebenaran Indah Ketiga Gretchen mengingatkan kita untuk hadir pada saat ini, untuk berbahagia di sini dan sekarang, dan untuk tidak gampang menggerutu menghadapi kerepotan harian karena hari-hari itu akan cepat berlalu tanpa kita sadari.

Kebenaran Indah Keempat: Engkau bahagia jika menurutmu engkau bahagia. Kebenaran Indah Keempat Gretchen menngingatkan kita agar mendorong diri untuk menyadari kebahagiaan yang sesungguhnya sudah di depan mata, namun luput kita sadari.

Dari tulisan Gretchen ini, kita tidak dibimbing untuk mengikuti langkah-langkah yang dilakukannya, tapi justru tulisannya diharapkan dapat menginspirasi kita untuk menemukan dan menjalani proyek kebahagiaan kita masing-masing. Karena kebahagiaan itu bukan dicari, tetapi dibuat oleh diri kita sendiri.

Setelah lama browsing, aku tidak juga menemukan ebooknya yang bisa dibaca gratis, yah, jaman sekarang apalah yang gratis. Aku hanya menemukan website untuk pembelian online, yeah, terima kasih, saya tidak punya kartu kredit. Karena itulah, aku memutuskan pulang kuliah sore ini akan sedikit cuci mata ke toko buku dan mencari buku yang bersangkutan :D

Ingin hati ini untuk membeli, tapi kalau sudah soal uang, yah, lagi-lagi, saya harus pikir-pikir dulu. Tapi yang pasti, aku pasti menemukan jalan untuk dapat membaca buku ini, yeah!

Readers yang budiman, alangkah senangnya saya kalau ada yang mau mengepost link untuk download ebooknya hehe :D

Sumber: kompasiana.com dan shvoong.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar