Minggu, 22 Oktober 2017

New Mom Knowledge: Clodi (Cloth Diaper) and Review

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Semenjak jadi istri dan ibu, mau ngga mau banyak banget pengetahuan baru yang harus dipelajari terutama pengetahuan praktis. Saya sendiri merasa banyak banget belajar hal baru mulai dari teori dan praktek. Saya merasa banyak banget belajar karena saya belajar tidak hanya dari pengalaman orang tua, tapi juga mengikuti perkembangan zaman dengan membaca banyak literatur di internet. Salah satunya yaitu clodi ini.

Apa itu clodi? Clodi adalah singkatan dari cloth diaper. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya adalah popok kain. Tapi clodi adalah popok kain modern yang baru diciptakan di zaman generasi Y sudah menjadi ibu. Untuk lebih jelasnya, ada 3 jenis popok yang dikenal saat ini, yaitu:

1. Pospak (popok sekali pakai): contohnya Mam*p*ko, Sw*et*, P*mp*rs yang sering dijual di minimarket, pipis dan pup bayi tidak tembus dan melebar ke mana-mana dan praktis setelah pakai buang.

2. ‎Popok kain tradisional: sering disebut juga popok tali atau popok ikat, hanya terbuat dari kain yang diikat dan dipasang seperti celana, biasanya tiap bayi pipis atau pup harus langsung diganti dan juga basah mengenai baju dan alas tidurnya.

3. ‎Clodi (cloth diaper/popok kain modern): perpaduan pospak dan popok kain tradisional, menahan pipis dan pup tidak tembus dan meluber tapi juga bisa dicuci dan dipakai ulang, biasanya terbuat dari kain yang dilapisi bahan anti air.

Masing-masing popok ada plus minusnya jadi perlu dipertimbangkan pada kondisi seperti apa akan memakaikan popok apa pada anak. Sampai akhirnya saya lahiran, waktu itu masih bingung akan memakaikan anak popok apa. Hanya tahu tentang popok kain tradisional yang dulu dipakaikan ibu saya ke anak-anaknya. Sebelum lahiran pun sudah membeli beberapa lusin popok kain tradisional. Hingga akhirnya setelah lahiran ketika masih di RS, anak saya dipakaikan pospak arahan dari RS. Setelah pulang, saya masih terus memakai pospak sampai akhirnya sadar baru juga beberapa hari, pospak sebungkus besar itu habis. Coba ganti ke popok kain. Masyaa Allah baru beberapa menit sudah harus ganti beserta baju-bajunya dan alas tidurnya! Kalau dilanjutkan kebayang capeknya mengganti popok ditambah nyucinya gimana! Browsing tentang clodi sepertinya bisa jadi solusi pemborosan pospak. Mulailah trial dan error penggunaan clodi. 

Awalnya lihat clodi harganya mahal! Sebuah bisa lebih dari 50 ribu. Akhirnya coba yang murah dulu saja, yaitu celana lampin, bisa dibilang versi murahnya clodi. Hasilnya sukses bisa menahan pipis tidak tembus, tapi ternyata bayi kurang nyaman karena kualitasnya yang jelek bikin lembab di pantat ditambah lagi pantatnya tidak nyaman karena menyentuh kain yang basah. Dari sini jadilah saya beli clodi "beneran" dan ternyata hasilnya memuaskan! Setelah trial dan error selama 3 bulan, alhamdulillah dapat clodi yang cocok menurut saya sampai kalau di rumah ga perlu lagi pake pospak sama sekali! Berikut ini review per-clodi-an dari pengalaman selama 7 bulan ke belakang.

Celana lampin, harganya hanya 10 ribu sudah plus insertnya, murah tapii hmm
Perangkat tempur per-clodi-an:

1. Clodi

Clodi adalah popok kain yang mengandung bahan anti air sehingga bisa menahan pipis tidak tembus. Pastikan pilih clodi yang mengandung anti air yang breathablenya bagus karena kalau ngga pantat bayi akan lembab dan bisa menyebabkan ruam. Untuk newborn pilih clodi yang ada leg gussetnya karena newborn sering pup bertekanan, leg gusset mencegah pup bocor samping. Kalau sudah agak gedean bayinya, tanpa leg gusset pun ga masalah.

Clodi juga ada 2 tipe, ada yg tipe pocket dan cover. Clodi tipe pocket mempunyai bukaan di belakang untuk menyelipkan insert (dijelaskan kemudian), sedangkan clodi tipe cover tidak memiliki bukaan jadi insert hanya diletakkan di atasnya. Awal-awal saya beli clodi tipe cover karena katanya ketika ganti popok jika cover tidak kotor kena pup, maka hanya tinggal ganti insertnya saja. Tapi nyatanya tidak demikian, setelah insert basah pun meskipun cover masih bersih tapi ada bau pesingnya sehingga rasanya gimanaa gitu kalau dipakai lagi. Saya lebih suka model pocket karena lebih rapih, insert tidak bergeser-geser, juga insert tidak terkena pup yang mana bisa lebih repot membersihkannya. Untuk clodi model pocket yang sampai sekarang masih puas saya gunakan adalah merk Ecobum, Cluebebe, dan George.

Clodi tipe cover, insert hanya diletakkan di atas clodi, perlu ditambah liner di atas insert

Selain itu , dari cara pemasangannya, clodi juga dibagi menjadi 2 tipe yaitu snap dan velcro. Snap pemasangannya memakai kancing jepret sedangkan velcro memakai perepet. Saya pakai dua-duanya sampai sekarang. Hanya saja katanya untuk bayi yang sudah besar (toddler), velcro akan mudah dilepas bayi.

Clodi tipe snap dengan insert microfibernya

2. Insert

Insert adalah kain penyerap ompol yang diletakkan di dalam pocket clodi atau di atas cover clodi. Bahan kain insert ini ada bermacam-macam, tapi yang beredar di pasaran biasanya bahan microfiber, cotton, bamboo, dll. Insert bisa dibilang adalah bagian terpenting dari clodi karena insertlah yang akan menyerap pipis bayi. Jadi penting untuk memilih insert yang berdaya serap tinggi, kecepatan penyerapannya juga tinggi, dan tidak menyebabkan ruam. Saya tidak banyak melakukan trial dan error terhadap banyak jenis insert karena saya sudah mendapatkan insert yang oke banget di awal-awal penggunaan clodi. Sampai sekarang, insert favorit saya adalah unbleached cotton prefold dari Ecobum. Bentuknya kain lebar persegi panjang yang dibentuk dari lembaran kain katun yang dijahit bertumpuk-tumpuk. Kelebihan insert ini dibanding microfiber adalah bahannya yang alami tanpa pemutih nggak pernah bikin bayi saya ruam, daya serap dan kecepatan serapnya tinggi, mencucinya gampang, dan tidak mudah bau. Di sisi lain, harganya lebih mahal dari microfiber. Tapi worth kok karena semakin sering dipakai dan dicuci, insert ini daya serapnya akan semakin bagus, bahkan bisa memutih warnanya dengan sendirinya.

Unbleached Cotton Prefold Ecobum

Prefold Ecobum yang dilipat tiga dan ditumpuk
Insert microfiber sebenarnya memiliki kelebihan yaitu cepat kering saat dijemur, tapi saya kurang suka karena baru sebentar saja dipakai sudah bau pesing, bikin ruam, dan nyucinya ga boleh pakai deterjen biasa karena akan mengurangi daya serapnya. Saya suka yang praktis jadi lebih memilih insert katun.

Perlu diperhatikan bahwa insert unbleached cotton prefold Ecobum cukup tebal jika dipakaikan pada bayi karena pada dasarnya prefold awalnya dibuat sebagai popok serap. Kalau anaknya tidak ingin dipakaikan insert yang tebal, Ecobum juga menyediakan insert lain berbahan katun atau hemp yang tipis, dari merk lain juga ada, tinggal browsing sajaa. Tapi karena saya dulu sudah terlanjur beli banyak prefold Ecobum yang tebal itu, akhirnya untuk menjadikannya lebih tipis saya potong insertnya jadi tiga sehingga ketebalannya bisa saya atur dengan mengatur jumlah tumpukannya.

Petunjuk penggunaan clodi dan prefold Ecobum

Petunjuk penggunaan prefold Ecobum

Selain pakai insert yang dijual di pasaran, insert sebenarnya bisa kita ganti dengan kain alas ompol, atau lorek dalam bahasa Jawa. Bisa juga dengan menggunakan handuk bekas yang digunting-gunting berbentuk persegi panjang. Apa saja bisa dipakai selama itu bisa menyerap cairan.

3. Liner

Liner adalah selapis kain tipis yang membatasi insert dengan pantat bayi. Liner biasanya terbuat dari microfleece atau suede. Liner berfungsi untuk menjaga pantat bayi tetap kering karena bahan yang digunakan sebagai liner bersifat menolak air, artinya liner akan meneruskan cairan ompol ke insert di bawahnya dan liner akan tetap kering. Dari kedua bahan liner, saya pribadi lebih suka bahan microfleece karena bahannya lebih lembut dan lebih mudah dibersihkan.

Liner bahan microfleece yang saya pakai
Oh ya, liner ini wajib digunakan pada clodi tipe cover karena tanpanya bayi akan merasa risih karena basah. Sedangkan pada clodi tipe pocket biasanya sudah ada lapisan linernya menyatu dengan clodi jadi tidak ditambahkan liner lagi juga tidak masalah. Tapi saya biasanya tetap menambahkan liner di atas clodi tipe pocket karena akan lebih mudah membersikan bekas pupnya jika menempel ke liner dibanding menempel ke clodi.

Perangkat tempur per-clodi-an sebenarnya tidak banyak, hanya 3 ini saja. Selanjutnya tinggal menemukan yang cocok dan nyaman untuk bunda-bunda sekalian. Kiranya sekian dulu review per-clodi-an, khawatir kepanjangan. Dulu pun saya belajar tentang per-clodi-an butuh membaca berpuluh-puluh artikel dan review. "Kok kayaknya ribet ya? Mending pake pospak aja kali yang praktis." Emang sih kalau dipikir-pikir memang ribet, tapi entah kenapa saya lebih suka dan nyaman pakai clodi, mungkin juga karena saya tahu telah berkontribusi mengurangi sampah plastik di bumi. Juga bahan clodi yang lebih aman dari pospak membuat saya lega telah memberikan yang terbaik untuk anak saya. Tapi semua memiliki pilihan masing-masing. Akhir kata, semoga review ini bermanfaat. Wallahua'lam bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar