Rabu, 08 Februari 2017

SURAT AL-KAHFI DAN DAJJAL


Materi Majelis Talim 7 Februari 2017 Pusdai
 SURAT AL-KAHFI DAN DAJJAL
Oleh Ustadz Abdurrahman Wahid, Lc
Bismillahirrahmaanirrahiiim

 Tanda-tanda Akhir Jaman

  1. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan dan orang yang benar justru didustakan, penghianat diberikan amanah dan orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Al-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Al-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh [Al Rajut At Taafih] tetapi sok mengurusi urusan orang banyak”. [HR. Ibnu Majah No.4036, Ahmad No. 7912. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No.7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84]
  2. Munculnya dajjal 
    • Dajjal menurut bahasa berasal dari kata dajala, berarti berdusta dan menutup. Dajala haq bil batil artinya menutupi atau mencampuradukkan yang hak dengan yang batil. Disebut dajjaal karena menutupi kebenaran dengan kata-kata dustanya. Dajjaal berarti seorang yang sangat pendusta dan menutupi kebenaran. 
    •  Dajjal menurut hadits adalah manusia yang muncul menjelang kiamat dan memfitnah manusia. 
    • Dajjal datang dengan kekuatan dan fitnah yang luar biasa. Negeri kerontang yang menyambut seruannya dalam sekejap diubah menjadi subur, hijau, dan makmur. Demikian sebaliknya, segeri yang semula hijau diubah menjadi mati kering lantaran menolak ajarannya.
    • “Dia (Dajjal) memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan kemudian hujan turun, dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman maka kemudian tumbuh.” (HR. Muslim /2937)
Ujian/Fitnah Dajjal
  1. Cepat berpindah-pindah di muka bumi. Dajjal akan mengitari seluruh muka bumi kecuali Makkah dan Madinah. Disebutkan dalam hadits, “Tidak ada suatu negeri pun yang tidak akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah, karena tidak ada satu pintu masuk pun dari pintu-pintu gerbangnya kecuali ada para malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah akan berguncang sebanyak tiga kali sehingga Allah mengeluarkan orang-orang kafir dan munafiq daripadanya.” 
  2. Fitnah dengan jannah (surga) dan naar (neraka). Dalam hadits disebutkan, ”Sesungguhnya bersamanya ada air dan api, apinya adalah air dingin dan airnya adalah api, karena itu janganlah kalian binasa.” 
  3. Meminta tolong pada syaithon.“Diantara fitnah Dajjal adalah, ia akan berkata kepada seorang Arab, “Pikirkanlah olehmu, sekiranya aku dapat membangkitkan ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu?” Laki-laki Arab tersebut menjawab, “Ya.” Kemudian muncullah setan yang menjelma di hadapannya dalam bentuk ayah dan ibunya, maka keduanya berkata, “Wahai anakku, ikutilah ia, sesungguhnya dia adalah Rabbmu”” 
  4. Benda mati dan hewan patuh akan perintah Dajjal. Disebutkan dalan hadits, “Ia mendatangi kaum dan menyeru mereka, mereka menerimanya. Ia memerintahkan langit agar menurunkan hujan, lalu langit menurunkan hujan. Ia memerintahkan bumi agar mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, lalu bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. Lalu binatang ternak mereka pergi dengan punuk yang panjang, lambung yang lebar, dan kantong susu yang berisi, lalu kehancuran datang, lalu ia berkata padanya, “Keluarkan harta simpananmu.” Lalu harta simpanannya mengikutinya seperti lebah-lebah jantan.”

Agar Terbebas dari Fitnah Dajjal
  1. Berdoa (doa dilindungi dari fitnah Dajjal). Allahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam wa min ‘adzaabil qobri wa min fitnatilmahyaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihiddajjaal. Artinya:“Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari kejelekan fitnah Al Masih Ad Dajjaal.” (HR. Muslim No.588) 
  2. Berpegang teguh dengan ajaran Islam. Perkuat keimanan, perkuat tauhid. Di dahi dan mata Dajjal terdapat tulisan “kafir” yang dapat kita baca tapi syaratnya harus beriman. Keimanan seperti apa yang akan menyelamatkan kita dari Dajjal? Yaitu keimanan yang dimanifestasikan dengan perbuatan, bukan hanya yang ada di dalam hati. 
  3. Menjauh dari Dajjal. Dari ‘Imron bin Husain, ia berkata bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mendengar kemunculan Dajjal, maka menjauhlah darinya. Demi Allah, ada seseorang yang mendatangi Dajjal dan ia mengira bahwa ia punya iman (yang kokoh), malah ia yang menjadi pengikut Dajjal karena ia terkena syubhatnya ketika Dajjal itu muncul.” (HR. Abu Daud No. 4319 dan Ahmad 4: 441. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). 
  4. Membaca surat Al-Kahfi. Dalam hadits dikatakan bahwa dengan menghafal surat Al-Kahfi ayat 1-10 maka kita akan terbebas dari fitnah Dajjal. Dalam beberapa hadits juga dikatakan bahwa dengan membaca 10 ayat manapun dari surat Al-Kahfi maka kita akan terbebas dari fitnah Dajjal.
Keutamaan Surat Al-Kahfi Dibaca pada Hari Jumat

Selain untuk membebaskan diri dari fitnah Dajjal, surat Al-Kahfi juga memiliki beberapa keutamaan.
  1. Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, Al-Nasai, dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Targhib wa Al-Tarhib). 
  2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrif Al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’). 
  3. Dari Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat.” (Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab At-Targhib wa Al-Tarhib)).
Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari) . Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala “Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)

Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat berupa ampunan dosa antara dua Jumat. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua jumat. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

Inti Surat Al-Kahfi

Pada ghalibnya, orang-orang yang mentadabburi surat ini mereka berpendapat bahwa maksud yang terkandung dalam ayat-ayat surat ini adalah memberikan bimbingan mengenai bagaimana caranya agar selamat dan terjaga dari fitnah dengan berbagai bentuknya. Dalam surat ini terdapat empat contoh bentuk fitnah yang mana merupakan fitnah terbesar yang seseorang diuji dengannya dalam kehidupannya, yaitu:
  1. Fitnatu ad-diin (cobaan dalam urusan agama). Kisah Ashabul Kahfi, bagaimana berpegang teguh terhadap Allah dalam menghadapi fitnah. Mereka lari dari kekufuran kaumnya, maka Allah melindungi mereka dan menyelamatkan mereka (Al-Kahfi ayat 9-27). Pada Ashabul Kahfi ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun. Tidur sebenarnya adalah mati kecil karena Allah genggam jiwa kita ketika tidur dan dilepaskan kembali ketika bangun, namun jika tidak dilepaskan berarti mati. Salah satu ujian Dajjal adalah keimanan. Agar selamat dari ujian ini maka kita harus memiliki komunitas kebaikan (Al-Kahfi ayat 28) misalnya dengan menghadiri majelis talim yang fungsinya adalah untuk memperbarui keimanan. Bisa juga dengan membaca doa agar diteguhkan di atas agama Allah. 
  2. Fitnatu al-maal (cobaan dalam urusan harta). Dalam kisah pemilik dua kebun anggur yang sombong, bagaimana seseorang gagal dalam menghadapi cobaan ini, Allah membinasakan hartanya (Al-Kahfi ayat 32-44).  Ada 3 hal yang dapat membuat seseorang sombong: punya harta (contohnya Qorun), punya ilmu, dan punya kekuasaan (contohnya Fir’aun). Salah satu ujian Dajjal adalah ujian harta. Obatnya adalah tahu hakikat dunia (Al-Kahfi ayat 45). Bahwa sejatinya dunia ini sementara dan yang kekal adalah akhirat, dan kita tak akan membawa apapun ketika mati. Dunia itu ibarat air yang turun dari langit lalu ia menumbuhkan tanaman, lalu datang angin dan banjir sehingga lenyap seluruhnya seperti tak pernah ada sebelumnya. 
  3.  Fitnatul ilmi (cobaan dalam urusan ilmu). Dalam kisah Khidir bersama Musa, dan bagaimana Khidir bersyukur (kepada Allah) akan nikmat-Nya ini (Al-Kahfi ayat 60-82). Ujian Dajjal adalah tahu apa yang dilakukan manusia. Obatnya adalah dengan tawadlu (Al-Kahfi ayat 69). 
  4.  Fitnatul al-mulki (cobaan dalam urusan kekuasaan). Dalam kisah Dzulkarnain, dan bagaimana Dzulkarnain selamat dari fitnah yang satu ini disebabkan kesyukurannya terhadap nikmat yang agung ini dan pendayagunaannya dalam hal ketaatan kepada Allah Ta’ala (Al-Kahfi ayat 83-99). Ujian Dajjal akan menguasai mayoritas bumi ini. Obatnya adalah ikhlas (Al-Kahfi ayat 103-104).
Nama surat ini yaitu Al-Kahfi (yang berarti gua, tempat berlindung, lubang, rongga), maka ia adalah penjagaan -pada ghalibnya- yang bersifat materil bagi siapa yang memasuki tempat tersebut. Dan begitu pula makna-makna dan ayat-ayat surat ini merupakan penjagaan dari fitnah bagi siapa yang membacanya dan merenungkan isinya, dan termasuk fitnah terbesar adalah fitnah Dajjal, oleh karenanya Nabi bersabda, “Siapa diantara kalian yang menjumpainya, yakni Dajjal, hendaklah ia membaca beberapa ayat permulaan surat Al-Kahfi.” (HR. Muslim, 2936)
 
Wallahua'lam bishawaab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar