Selasa, 13 Desember 2016

Puisi: Manusia

Manusia memang lemah
Karena memang tercipta dengan potensi luar biasa
Dalam tubuh yang rentan
Tak mampu terbang di udara
Tak mampu hidup di dalam air
Tak mampu mengangkat beban berat
Tak mampu mencipta makanannya sendiri
Jika tak disokong oleh segala macam peralatan

Manusia memang lemah
Lagi-lagi karena tercipta dengan segala potensi yang luar biasa
Dalam ruang hati yang sempit
Juga kosong
Oleh karena itu, manusia
Tak mampu bertahan tanpa orang lain
Jika aku sendirian di atas muka bumi ini dengan ruang hati yang kosong, apakah aku mau terus menjalani hidup?
Tanpa tujuan, tanpa motivasi, tanpa kehadiran orang yang ingin dibanggakan dan dibahagiakan
Tak ingin melakukan apapun, tak mampu melakukan apapun
Jika untuk diriku sendiri, tidak akan

Kekuatan manusia adalah pergaulan
Dengan hidup untuk membahagiakan orang lain, orang-orang di sekitar
Ruang hati yang kosong akan terisi
Itulah hakikat diciptakannya manusia
Hanya itulah satu-satunya cara memaknai hidup

Ketika segala macam urusan dan kesibukan memenuhi hidupku
Dan tanpa sadar menjauhi hakikat hidup manusia
Berharap segala macam urusan itu dapat segera beres
Dengan cemerlang
Ruang hati yang seharusnya terisi menjadi kosong
Lalu semakin terasing diriku, semakin tak ada lagi semangat untuk menyelesaikan segala urusan itu
Untuk apa, untuk siapa aku melakukan ini?
Tidak ada artinya jika untukku sendiri
Lalu aku berhenti berjuang
Karena lupa bahwa ada orang-orang yang berhak bangga dan bahagia
Berkat keberhasilan, kesuksesan, dan kerja kerasku

Lalu aku menangis
Karena teringat semuanya
Hakikat hidup manusia
Lalu ruang hati yang kosong kembali terisi
Begitulah lemahnya manusia
Tak akan melakukan hal-hal yang baik bahkan untuk dirinya sendiri
Jika ia tahu tak ada manusia lain yang menginginkan kebaikan untuk dirinya
Atau tak tahu ada manusia lain yang menginginkan kebaikan untuk dirinya
Bahagia yang sebenarnya adalah mengetahui ada manusia lain yang ingin kita bahagia

Namun, saat ruang hati kita perlu diisi
Sayangnya terkadang manusia-manusia lain di sekitar kita juga sedang tidak sadar menjauh dari hakikat hidup dirinya
Jadi, ketika kita menemukan manusia yang demikian
Inilah saatnya kita
Yang mengulurkan tangan
Dan mengisi ruang hati mereka yang kosong
Lalu secara tidak langsung
Ruang hati kita pun akan terisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar