Senin, 13 April 2015

Lapis-lapis Keberkahan Part 1

Ternyata..
Bahagia itu mudah, semudah menemukan film baru yang dibintangi oleh aktor idola kita, semudah bertemu dengan teman-teman dan bercanda tawa sepanjang hari, dan semudah memiliki uang yang cukup untuk membeli barang yang kita inginkan. Namun, itu adalah jenis kebahagiaan yang hadir selama aktivitas tersebut kita lakukan. Kebahagiaan itu akan berakhir ketika filmnya berakhir, akan berakhir ketika kita pulang ke rumah, pun akan berakhir ketika kita sudah bosan dengan barang tersebut. Tidak kekal.
Ini kebahagiaan yang lain. Namun, kebahagiaan ini masih mudah, semudah mengeluarkan sebagian uang bulanan ke infaq masjid dengan harapan akan bermanfaat untuk sesama, semudah mengajarkan ilmu agama dan ilmu dunia dengan harapan akan menjadi amal jariyah, dan semudah berbakti pada kedua orang tua karena tahu ridha mereka adalah ridha Allah. Ah tapi ternyata kebahagiaan ini berbeda dengan kebahagiaan yang sebelumnya. Kali ini kebahagiaan ini tidak berakhir ketika lembaran uang itu sudah masuk ke dalam kotak amal, tidak berakhir ketika sesi belajar mengajar sudah berakhir, pun tidak berakhir ketika terlalu banyak keinginan dari orang tua. Ternyata inilah bahagia yang sesungguhnya. Bahagia yang kekal. Berkah namanya.
"Ialah berkah; nikmat yang menetap, berkekal, bertumbuh, dan bertambah. Ialah berkah; berakar, tumbuh, dan mekarnya karunia Allah hingga kembang iman semerbak melangit dan buah taqwa lezat melegit. Ialah berkah; kebahagiaan yang tumbuh dari bimbingan Allah untuk mentaati-Nya di setiap keadaan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar