Kamis, 27 Juni 2013

Dress Of Victorian Era

Karena seringnya saya menonton dan membaca sejumlah cerita yang berkaitan dengan jaman Inggris abad ke-18 atau istilah populernya adalah jaman Victoria, saya jadi tertarik dengan pakaian-pakaian bangsawan kala itu yang sangat rumit dan mewah, terutama gaun-gaun wanita-wanitanya :D

Setelah membaca banyak artikel dan menonton beberapa video yang berkaitan dengan rekonstruksi pakaian jaman Victoria, akhirnya saya tahu banyak istilah-istilah rumit yang bahkan baru saya dengar sekarang! Untuk sedikit merapihkan segala informasi yang baru masuk di kepala saya, saya tulis sedikit tentang urutan berpakaian seorang lady di pagi hari. Enjoy! :)

Seorang lady dari jaman Victoria yang sering kita lihat memakai gaun-gaun yang mewah dengan rok yang mengembang seperti lonceng ternyata melakukan ritual pagi yang sangat ribet! Inilah yang mereka pakai mulai dari yang paling dalam hingga paling luar.

1. Chemise
Chemise adalah dress dalaman yang dipakai langsung menyentuh kulit. Wanita pada jaman ini belum mengenal bra dan celana dalam sebagai dalaman. Mereka memakai chemise sebagai dalaman. Chemise berasal dari bahasa Prancis yang artinya kaus. Chemise berfungsi sebagai kaus dalam yaitu untuk menyerap keringat. Karena fungsinya ini, chemise dibuat dengan bahan 100% katun. Chemise berbentuk dress dengan lengan sebahu atau lebih panjang (lihat gambar di bawah) dan panjang dress hingga setengah paha sampai dibawah lutut. Di bagian lehernya terdapat pita untuk menyesuaikan lebar kerahnya. Pita ini bermanfaat untuk menyesuaikan lebar kerah ketika sang lady ingin memakai gaun malam yang bagian lehernya agak terbuka.

Chemise dengan lengan sebahu dan panjang setengah paha
Chemise dengan lengan sebahu dan panjang di bawah lutut

Chemise dengan lengan tigaperempat dan panjang di bawah lutut

2. Drawers / Ladies Bloomers / Pantalets / Pantaloons / Split Drawers
Drawers adalah celana pendek dalaman dengan selangkangan yang terbuka (lihat gambar di bawah). Wanita pada jaman ini belum mengenal celana dalam berbentuk segitiga sedangkan mereka juga tidak memakai celana dalaman pendek yang selangkangannya tertutup karena menurut kitab suci yang mereka percayai, wanita dilarang mengenakan pakaian yang mirip dengan pakaian laki-laki (hal ini juga tertulis dalam Al-Qur’an lho!). Panjang drawers sedikit di bawah lutut hingga setengah betis dan bisa juga lebih panjang. Di bagian bawahnya terdapat pita yang dapat menyesuaikan lebar lubang kakinya.

Drawers dengan selangkangan yang terbuka
Drawers dengan pita yang dapat menyesuaikan lebar lubang kaki
Inilah pita yang terdapat di ujung drawersnya

3. Stockings
Stoking yang biasa dipakai wanita abad 18 adalah stoking yang berbahan katun, wol, atau sutra. Wanita jaman ini biasanya memakai garter yang elastis di bagian atas stoking untuk menahan stoking agar tidak melorot karena pergerakan. Stoking yang mereka pakai memiliki panjang hingga di atas lutut. Garter dapat dipasang di atas atau di bawah lutut.

Stoking


Garter yang dipasang di pangkal stoking
Selain garter, ada juga yang disebut dengan quote-unquote suspenders yang fungsinya sama dengan garter. Suspenders ini menopang stoking dari pinggang. Berikut gambarnya:

Quote-unquote suspenders

4. Shoes
Bentuk sepatu wanita sebelum tahun 1800 adalah slipper (namanya straight shoes), tetapi setelah tahun 1800 bentuk sepatu wanita menjadi buckle. Buckle shoes biasanya terbuat dari kulit atau kain. Buckle shoes adalah sepatu yang menutupi mata kaki dan terdapat hak di bagian solnya. Sepatu ini dilengkapi dengan tali untuk mengencangkannya. Jika kalian bertanya-tanya mengapa stoking dan sepatu langsung dipasang setelah chemise dan drawers, jawabannya adalah karena akan sulit memasang stoking dan sepatu ketika sudah memakai korset dan crinoline. Wanita yang sudah memakai korset akan sulit untuk membungkuk!

Buckle shoes with tie

Buckle shoes

5. Corset
Korset dipakai langsung di atas chemise. Korset pada masa ini dilengkapi dengan tali di bagian belakang untuk mengencangkannya.Tali yang digunakan biasanya adalah jenis tali sepatu. Bagian depan korset dilengkapi dengan hook and eye yaitu semacam kancing untuk dapat memasang sendiri korset dengan mudah dari depan. Korset pada jaman ini biasanya terbuat dari katun (untuk pemakaian sehari-hari maupun formal), bisa juga terbuat dari sutra atau satin (untuk pemakaian formal). Bentuk korset yang kaku dan keras bisa tercipta karena adanya topangan dari logam atau tulang ikan paus yang dijahit di bagian dalamnya (saat ini sudah tidak diproduksi lagi korset dengan topangan dari tulang ikan paus karena ikan paus menjadi hewan yang dilindungi.

Ladies corset

Corset from front and back

6. Hoopskirt / crinoline
Crinoline adalah kumpulan hoop yang disusun sedemikian rupa dengan kain/pita membentuk rok yang berfungsi untuk memberikan kesan penuh pada rok luar/gaun. Sebelum crinoline diciptakan, wanita pada jaman ini biasanya memakai petticoat hingga 8 lapis! Crinoline sangat membantu memudahkan wanita menciptakan bentuk tubuh yang diinginkan tanpa harus memakai banyak petticoat sehingga bobot pakaian menjadi berkurang banyak. Sebelum crinoline diciptakan, wanita-wanita pada jaman ini harus tersiksa karena harus menahan beban rok yang dikenakannya. Dengan crinoline, wanita tetap dapat rok yang mengembang dan terkesan penuh tetapi dapat lebih bergerak bebas dan sirkulasi udara menjadi lebih lancar di bagian dalam roknya dibandingkan dengan memakai banyak petticoat.

Crinoline is like a cage

Crinoline usage

Seiring dengan berjalannya waktu, era hoopskirt /crinoline mulai bergeser dan digantikan oleh bustle. Bustle adalah penopang yang dipakai di bawah pinggang bagian belakang untuk mempertahankan bentuk rok bagian belakang. Bustle memiliki banyak bentuk, ada yang di dalamnya dibentuk dengan kawat, ada pula yang hanya terdiri dari puff yang ditumpuk. Gambar di bawah ini hanyalah salah satu bentuk dari bustle.

Bustle

Bustle

Selain itu, sebelum ada crinoline, panniers lazim digunakan. Panniers atau sebutan lainnya adalah side hoop berfungsi sama dengan crinoline, bedanya panniers memberikan kesan penuh pada bagian pinggir saja.

Panniers

Panniers

7. Petticoat
Petticoat adalah rok yang dipakai di atas crinoline sebagai dalaman sebelum rok luar atau gaun. Petticoat biasanya bermodel bertumpuk-tumpuk yang berfungsi untuk menutupi pola crinoline saat memakai rok luar atau gaun dan memberi sedikit kesan penuh pada rok. Namun, ada pula petticoat yang pola tumpukan kainnya hanya di bagian bawahnya saja.

Petticoat

Petticoat

8. Skirt
Skirt adalah rok bagian paling luar. Skirt biasanya dipadankan dengan bodice (baju atasan) yang senada dengan roknya.

Skirt

9. Bodice
Bodice adalah atasan yang terpisah dengan rok bawahannya. Bodice dengan roknya biasanya senada sehingga terlihat menyatu. Terdapat berbagai macam bodice yaitu day bodice dan night bodice. Day bodice adalah bodice untuk beraktivitas pada siang hari. Day bodice biasanya memiliki lengan yang panjang dan bisa juga lebar dengan bagian leher yang tertutup hingga leher. Night bodice yang merupakan bodice yang dipakai di malam hari. Night bodice biasanya berlengan pendek dengan bagian pundak yang menggembung juga dengan bagian leher yang lebar memperlihatkan kulit di sekitar leher.

Day bodice

Day bodice with skirt

Night bodice

10. Undersleeves
Undersleeves adalah dalaman lengan yang dipakai untuk menutupi lengan pada bodice yang lengannya lebar. Di bagian pangkal dan ujungnya terdapat karet elastis sehingga lengan tertutup dengan sempurna.

Undersleeves

Undersleeves dengan motif renda

11. Collar
Collar adalah kain yang berbentuk kerah dipasang di bagian leher seperti baju dengan kerah pada umumnya.

Collar
12. Shirt
Kemeja dengan lengan panjang dan kerah dapat digunakan sebagai pengganti undersleeves dan collar secara bersamaan karena memiliki fungsi yang sama.

Shirt


13. Bonnet
Bonnet adalah topi yang menutupi dan melindungi kepala juga rambut dan wajah dari sinar matahari. Wanita pada jaman ini diharuskan memakai bonnet jika akan keluar rumah karena alasan kesopanan.

Bonnet

14. Coat
Jika akan keluar rumah untuk berpergian atau beraktivitas, coat biasanya dipakai. Coat adalah jaket yang digunakan di atas gaun. Coat dapat berukuran sepanjang lutut atau panjang hingga mata kaki dan menutupi seluruh gaun.

Coat (front)

Coat (back)

15. Gloves
Gloves atau sarung tangan juga harus dipakai para lady jika beraktivitas di luar rumah untuk melindungi kulitnya dari sinar matahari. Sarung tangan yang pendek dipadankan dengan day bodice yang berlengan panjang, sedangkan sarung tangan yang panjang dipadankan dengan night bodice yang berlengan pendek.


Gloves
Ternyata para lady abad ke-18 setiap paginya selalu melakukan ritual berpakaian yang super rumit! Meskipun rumit, saya jadi sedikit membayangkan bagaimana kalau di jaman sekarang ini cara berpakaian wanita masih seperti ini, pasti sangat anggun hehehe. Saat saya berpikiran seperti itu, ternyata saya mendapati artikel lain yang menyebutkan kisah-kisah kelam di balik pakaian lady yang mewah ini. Akibat pemakaian korset yang terus-menerus, para wanita di abad ke-18 ini menderita atropi pada otot perut dan punggungnya karena tidak pernah menopang tubuh bagian atas dengan otot mereka sendiri hingga akhirnya mereka terus bergantung pada korset untuk dapat berjalan dan beraktivitas. Banyak wanita meninggal karena petticoat dan crinoline mereka terbakar. Hingga bentuk tulang rusuk yang berubah abnormal karena pemakaian korset yang terlalu ketat.

Gaya berpakaian masyarakat jaman sekarang sudah jauh lebih sederhana dan lebih menyediakan kenyamanan bagi pemakainya. Namun, meskipun terdapat kekurangan pada fashion abad ke-18, nyatanya pada saat ini banyak orang yang menyukai fashion jaman itu hingga tak sedikit dari mereka yang merekonstruksi ulang, mendesain, menciptakan kembali gaun-gaun yang pernah berjaya pada masa itu.

Sumber:
http://www.americancenturies.mass.edu/activities/dressup/notflash/1860_woman.html
http://www.youtube.com/watch?v=yACUjSYNov8 Victorian Secrets – YouTube
Pictures are from Google


Tidak ada komentar:

Posting Komentar