Minggu, 02 Juni 2013

The Highly Sensitive Person: How To Thrive When The World Overwhelms you by Elaine N. Aron, Ph.D.



Another Must-Read-Book for People Who are Interested in This Field ^^

The Highly Sensitive Person: How To Thrive When The World Overwhelms you by Elaine N. Aron, Ph.D.
Ketika sedang membaca post-post di home tumblr dan melihat akun-akun tumblr yang me-reblog dan menge-fave quote dari buku yang baru saya baca, ternyata banyak akun-akun yang tidak saya kenal. Saya klik salah satu akun tersebut dan mata yang tertuju pada section about me langsung otomatis membaca. Rasa penasaran tergelitik ketika melihat istilah baru yang belum pernah kutemui. HSP.
Memang sekarang jaman yang benar-benar praktis dan mudah. Dengan sedikit browsing alias dengan hanya mengetikkan kata “HSP” di kolom pencarian Google, page official langsung muncul di urutan teratas.
HSP adalah singkatan dari Highly Sensitive Person. 
Siapakah yang disebut dengan HSP? Mereka adalah orang yang memiliki sistem syaraf yang sensitif, mudah merespon dan mudah tergerak dengan rangsangan dari lingkungan, bahkan yang lembut sekalipun.
Bagi orang-orang yang tidak mengerti, HSP sering diidentikkan dengan orang yang introvert dan orang yang pemalu padahal ketiganya hanya beririsan. Orang yang introvert bisa memiliki sifat pemalu dan bisa juga tidak karena sifat ini dipelajari dari lingkungan. Bahkan seorang extrovert pun dapat menjadi seorang yang pemalu. Di sisi lain, sifat sensitif merupakan salah satu ciri orang introvert, tetapi bukan berarti semua yang introvert adalah orang yang sangat sensitif. Sifat sensitif merupakan bawaan dari lahir. Begitu pula orang-orang yang disebut dengan HSP, mereka memiliki sifat ini sejak lahir.
Heran dengan orang tadi yang bisa tahu dirinya seorang HSP, tiba-tiba saya melihat test kecil dalam page official itu untuk mengetahui apakah diri ini HSP atau bukan.
  • Mudah terpikat dengan indahnya harmoni permainan biola dan piano tapi hati lebih suka menghindari pertunjukan orkestra yang “berisik” karena terlalu banyak suara.
  • Risih kalau berada dalam kerumunan dan keramaian.
  • Maunya memakai baju yang nyaman di kulit meskipun jelek.
  • Butuh tempat yang sangat tenang dan nyaman untuk konsentrasi ngerjain tugas seperti perpus ataupun untuk santai seperti di kamar sendiri.
  • Suka dengan hal-hal berbau seni seperti musik, paduan suara, dansa, sastra, dan lukisan sampai bingung ingin mendalami seni yang mana karena tidak mungkin semuanya bisa dijalani.
  • Tidak kuat kalau mencium bau atau wewangian yang walau menurut orang lain biasa saja.
  • Mood gampang berubah kalau kecipratan mood orang lain, apalagi waktu sedang marah.
  • Tidak kuat dengan rasa sakit. Rasa sakitnya pasti terlihat di wajah.
  • Grogi kalau dilihat orang waktu sedang mengerjakan sesuatu.
Ternyata diri ini baru tahu bahwa perasaan-perasaan yang pernah dialami di atas termasuk ciri-ciri HSP. Perasaan yang dulu sering kupertanyakan bahkan sampai berpikir bahwa ini mungkin adalah penyakit. Ya, akhirnya diri ini baru bisa menerima apa adanya. Inilah aku yang sebenarnya, yang memiliki keistimewaan sejak lahir.
Sifat yang dimiliki seorang HSP bukanlah kelainan. Lima belas hingga dua puluh persen populasi dunia adalah seorang HSP. Jumlah ini tentu besar untuk dapat disebut sebagai kelainan.
Sifat yang dimiliki seorang HSP bukanlah penyakit, tetapi bukan pula suatu kehebatan yang harus dibanggakan. Sifat ini adalah suatu aset yang harus kita pelajari untuk digunakan dan dilindungi.
“Sensitivity is anything but a flaw. Many HSPs are often unusually creative and productive workers, attentive and thoughtful partners, and intellectually gifted individuals. According to Dr. Aron, HSPs could contribute much more to society if they received the right kind of attention - and her national bestseller proves that this 15 to 20 percent of the population is eager to get off on the right foot in asserting their unique personality trait.”
Apakah kamu seorang HSP? Cari tahu di sini: http://www.hsperson.com/pages/test.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar