Minggu, 16 Oktober 2011

Jurnal: Aku Ingin Kembali

Malam ini aku mendengarkan lagi permainan Robert Tiso dengan Glass Harp-nya yang mengalunkan Dance of The Sugar Plum Fairy-nya Tchaikovsky. Suaranya sangat indah dan belum pernah kudengar sebelumnya. Rumor mengatakan bahwa Glass Harp yang merupakan keluarga Armonica dapat membuat orang menjadi melankolis mungkin benar. Namun, aku berterima kasih karena berkatnya aku menjadi sadar bahwa perubahanku tidak membawa kebahagiaan seperti yang kubayangkan dulu.

Dulu aku selalu bertekad untuk mengubah diriku yang asalnya seorang penyendiri dan pemikir menjadi ceria dan bersemangat. Aku melakukannya karena aku selalu sedih jika tidak punya teman. Dan dari pemikiranku, orang-orang tidak mau mendekatiku karena aku terlalu tertutup. Maka aku berusaha untuk membuka diriku dan banyak berkomunikasi dengan orang-orang. Tapi sekarang aku baru sadar bahwa sekarang sudah bukan jamannya untuk mencari sahabat dan semacamnya. Sekarang aku sudah menjadi mahasiswa dan yang justru kubutuhkan sekarang adalah kemampuan berpikir mendalam, apalagi aku berada di fakultas sains yang menuntutku untuk berpikir seperti seorang limuwan.

Dulu aku sangat menikmati kesendirian dan justru dari kesendirian itulah berbagai pemikiran muncul dan membanjiri pikiranku. Ketika pikiran-pikiran itu aku tuangkan ke dalam tulisan, aku akan merasa senang sekali. Tetapi semuanya berbeda dengan hari ini, aku sudah sulit mengeluarkan ide-ide dalam pikiranku, aku sudah tidak terlalu banyak berpikir. Aku selalu merasa ingin menulis sesuatu tapi ketika akan menulis, aku selalu lupa apa yang ingin kutulis. Insting menulisku sudah tidak setajam dulu lagi! Aku baru sadar dan aku sangat kaget! Mungkinkah in karena perubahan kepribadianku?

Barulah aku menyesal bahwa ternyata diriku yang sekarang mungkin tidak cukup membahagiakanku. Saat ini aku sudah bisa sedikit menjadi orang yang supel, tapi setelahnya aku selalu menuntut orang lain menjadi teman dekatku. Tentunya hal itu tidak akan terjadi dengan mudah di usia menjelang dewasa ini. Yang kubutuhkan sekarang hanyalah kemampuan komunikasi agar bisa membangun kepercayaan dengan relasi-relasi kerjaku nanti.

Sekarang aku mulai berpikir untuk kembali lagi menjadi diriku yang dulu, tapi tidak akan sepenuhnya kembali. Manfaat yang kudapatkan dari perubahanku yang sekarang akan tetap kupertahankan dan manfaat kepribadianku yang dulu akan kucoba untuk kembali padaku. Aku ingin menjadi seorang pemikir seperti dulu, aku ingin jadi seorang ilmuwan yang menghasilkan teori-teori yang pada akhirnya akan membantu banyak orang. Ya Allah, maafkan aku yang dulu sangat tidak bersyukur akan rancanganmu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar