Minggu, 16 Oktober 2011

The Curious and Unusual Death

Judul tulisan ini adalah sebuah acara yang ditayangkan di chanel BBC Knowledge. Saya nggak sengaja nonton acara ini tadi malam. Saya yang nggak bisa tidur akibat insomnia ini nggak sengaja lewat di depan TV dan nggak sengaja liat acara yang judulnya serem. Karena penasaran, akhirnya saya menaruh pantat di sofa dan nonton acara ini sampai selesai.

Acara ini bukan berisi adegan film horor ata semacamnya, melainkan berisi pengetahuan dan kejadian tentang orang yang mati dengan cara yang “unik”. Ada tiga kejadian dalam satu episode ini yang semuanya merupakan kejadian nyata. Semua kejadiannya diceritakan dengan gaya reka ulang lengkap dengan analisis dari pakarnya. Sebenarnya acara itu juga memberitahukan nama korban, tanggal dan tempat kejadian, tetapi berhubung saya nggak mengingat bagian itu, mari kita skip saja.

Death 1: Mati lemas karena tenggelam kering. 

Seorang pria yang kebetulan sedang sendirian di rumahnya sedang menyiapkan makanan untuk kucing peliharaannya. Saat itu sedang musim dingin dan dia tidak mengetahui bahwa jalan setapak di belakang rumahnya sudah membeku dan licin. Ketika pria ini berjalan menuju belakang rumahnya dengan melalui jalan setapak licin itu, pria ini terpeleset dan kepala bagian belakangnya terbentur pilar. Benturan di belakang kepalanya menyebabkan dia pingsan. Jatuh terbentur dan pingsan adalah hal biasa. Namun, sayangnya setelah terbentur dan pingsan, pria ini jatuh dengan wajah terbenam di dalam wadah minum kucingnya yang penuh berisi air.Air di dalam wadah itu hanya setinggi 4 cm tetapi itu cukup untuk membenamkan seluruh wajah pria tersebut. Kondisi inilah yang termasuk ke dalam tenggelam kering. Tenggelam kering adalah kondisi di mana orang tenggelam di dalam air yang sedikit.

Seorang ahli biologi menjelaskan bahwa ketika seseorang tenggelam dan air masuk ke dalam saluran pernapasannya, dia tidak akan bisa menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Lalu, saluran pernapasan yang seharusnya dimasuki udara akan menolak air yang masuk. Penolakannya berupa batuk. Kejadian serupa terjadi pada orang yang tersedak. Namun bedanya, pria ini tidak akan pernah bisa mendapatkan oksigen selama dia belum dikeluarkan dari wadah minum itu. Masalahnya, dia sedang pingsan dan tidak ada orang lain di sekitarnya yang bisa menolongnya, sehingga dia akan terus berada dalam posisi seperti itu.

Air terus memasuki saluran pernapasannya dan tenggorokannya terus menolak. Ketika air yang masuk sudah terlalu banyak, faring akan menutup saluran pernapasan untuk melindungi paru-paru. Hal ini akan terjadi jika orang sudah tenggelam selama 5-10 menit. Tertutupnya saluran pernapasan membuat tubuh kekurangan kebutuhan oksigen. Untuk menghemat oksigen, jantung menurunkan kerjanya hingga 50% dan menutup sementara aliran darah ke otak. Dengan kata lain, otak diberhentikan untuk sementara. Kejadian inilah yang disebut dengan mati suri. Di tahap ini, sebenarnya dia masih bisa ditolong. Namun, karena tidak ada yang mengeluarkannya dari air, akhirnya dia mati lemas tak berdaya.

Death 2: Matinya seorang yang kurang kesabaran. 

Seorang pria, yang berbeda dengan sebelumnya, tinggal di sebuah van miliknya sendiri. Dia adalah seorang dengan rasa penasaran yang besar seperti anak-anak. Dia terobsesi dengan banyak hal dan kebetulan obsesinya saat ini adalah lampu lava. Ketika sedang duduk di dalam vannya, tiba-tiba rasa penasarannya muncul saat meilihat lampu lava miliknya. Dia penasaran mengapa cairan dalam lampu lava bisa naik dan turun. Dia menyalakan lampu lavanya dan menunggu hingga cairan berwarna itu mulai bergerak.

Cairan dalam lampu lava sebenarnya terdiri dari air dan campuran bahan sejenis lilin. Cairan bening yang mendominasi isi lampu lava adalah air sementara cairan berwarna yang naik turun adalah campuran lilin. Campuran lilin ini akan mengeras di bawah lampu ketika lampu dalam keadaan mati dan baru akan meleleh dan naik ke permukaan setelah lampu dinyalakan cukup lama. Ketika sampai di permukaan lampu, lilin itu akan mendingin sehingga turun lagi ke dasar lampu. Begitulah cara kerjanya.

Lama menunggu, pria ini tidak sabar untuk melihat cairan lilin ini bergerak. Dia akhirnya berinisiatif untuk memanaskan lampunya di atas kompor sambil terus mengawasi. Sayangnya, lampu ini tidak didesain untuk dipanaskan di atas kompor. Panas yang dihasilkan oleh bohlam hanya akan memanaskan cairan lilin. Namun, ketika dipanaskan di atas kompor, air di dalamnya pun akan ikut memanas. Jika ini diteruskan, air di dalamnya akan mendidih.

Menurut ahli fisika, air tidak akan bisa mendidih di dalam ruang tertutup. Ketika mendidih di dalam ruang tertutup, air tidak akan bisa berubah menjadi uap air. Akibatnya, tekanan dalam lampu semakin tinggi sehingga botol lampu menjadi retak. Ketika retak, ada celah dari retakan itu sehingga lampu dapat menyesuaikan tekanan di dalam dengan di luar. Ketika tekanan sudah seimbang, air yang sempat tertunda mendidih langsung mendidih dalam waktu kurang dari sedetik. Desakan uap air hasil mendidih yang sangat cepat itu membuat botol lampu meledak sepeti granat. Seluruh isi lampu terlontar ke seluruh ruangan bahkan kaca lampu tertancap ke mana-mana.

Malang bagi pria ini yang terus mengamati dengan jarak sangat dekat dari lampu yang meledak tersebut. Pecahan kaca lampu secara tidak sengaja menusuk jantungnya. Dan begitulah cara dia mati.

Death 3: Mati tertawa.

 Seorang pria lagi, yang tentunya berbeda dengan yang sebelumnya, baru saja pulang bekerja. Dia adalah seorang tukang bangunan biasa. Malam ini dia melakukan hal yang sudah biasa dilakukannya tiap malam minggu yaitu menonton acara humor (judul dan isi acaranya pun diberi tahu, tapi saya nggak mengingatnya). Pria ini pasti akan tertawa terbahak-bahak kalau sudah menonton acara itu dan tidak ada yang bisa menghentikannya kalau dia sudah tertawa. Istrinya sendiri pun sampai heran karena hanya suaminya yang menganggap acara itu begitu lucu.

Karena sudah tau tabiat suaminya, si istri tidak mempedulikan suaminya. Pria ini terus saja tertawa terbahak-bahak. Seorang dokter tawa mengatakan bahwa tertawa memiliki efek positif, diantaranya yaitu mengurangi stress, menimbulkan rasa bahagia, memperpanjang umur, dan sebagainya. Namun, efek positif itu hanya berlaku untuk tawa yang tidak berlebihan.

Pria ini sudah tertawa lebih dari 10 menit tanpa berhenti. Menurut dokter tawa, tertawa adalah olahraga aerobik. Tawa membutuhkan energi yang besar sehingga proses pembakaran dalam tubuh menjadi lebih cepat. Akibatnya, kerja jantung menjadi lebih cepat hingga dua kali lipat untuk memenuhi suply oksigen yang dibutuhkan tubuh. Pada tahap ini, otot-otot polos di sekitar paru-paru dan tulang rusuk bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan.

Pria ini sudah tertawa lebih dari 20 menit. Pada tahap ini, dia tidak hanya tertawa karena melihat acara yang lucu, tetapi juga tertawa karena tawanya sendiri. Dokter tawa mengatakan bahwa tawa itu menular sehingga orang dapat tertawa karena tawa orang lain maupun tawanya sendiri. Saat ini, kebutuhan oksigen tubuhnya sudah melebihi kapasitas kerja jantung sehingga tawanya sudah memasuki tahap anaerobik atau hutang oksigen. Kebutuhan oksigen terus meningkat sedangkan kerja jantung sudah mencapai maksimal. Tidak hanya itu, seluruh otot polos yang bekerja di sekitar tulang rusuknya sudah mulai kelelahan sehingga menjadi lepas kendali. Lepas kendalinya otot polos ini mengakibatkan keluarnya air mata dan keluarnya air seni dari dalam kantong kemih.

Ketika pria ini sudah tertawa lebih dari 30 menit. Dia baru merasa kelelahan dan minta berhenti. Namun, otot-otot polosnya sudah kehilangan kendali dan kebutuhan tubuhnya akan oksigen sudah tidak bisa dipenuhi. Pada tahap ini, yang terjadi adalah serangan jantung dan stroke yang menandakan gagalnya jantung bekerja menyuply oksigen. Pria ini akhirnya jatuh dan mati.

-

-

-

Di akhir acara, sang narator berkata
1. hobi bisa membawa kematian,
2. kesabaran tidak hanya untuk kebaikan, tetapi juga untuk keselamatan, dan
3. bahkan humor bisa membunuh.

Setelah menonton acara ini, saya jadi berpikir bahwa kematian pun bisa menghampiri meskipun kita sedang berada di dalam rumah. Umur itu tidak kita ketahui kapan berakhirnya. Tiap bangun tidur, sebenarnya kita sudah menandatangani surat kematian. Untuk itu, kita harus selalu berdoa agar dimatikan dalam keadaan iman.

Sumber: BBC Knowledge

Tidak ada komentar:

Posting Komentar