Minggu, 16 Oktober 2011

Armonica: The Devil’s Instrument

Kalian pasti penasaran sama judulnya ‘kan?

Nah, sekarang liat cuplikan di bawah ini deh :)





Buat yang pernah nonton Kuroshitsuji Season II pasti tau cuplikan video tadi. Yang belum tau, penasaran ‘kan sama alat musiknya?

Nah, alat musik yang dimainin sama Hannah (cewek rambut panjang) dan Sebastian (cowok berjas) itu disebut Armonica. Dulu, waktu saya pertama kali nonton Kuroshitsuji, saya ga tau kalo bener-bener ada alat musik yang disebut Armonica. Dulu saya pikir itu cuma karangan aja, habis alat musiknya aneh banget sih :P

Sekarang, Armonica tuh apa sih?

Armonica berasal dari bahasa Yunani “harmonia” yang artinya harmoni. Armonica adalah alat musik gesek yang menggunakan serangkaian mangkuk kaca atau gelas yang ukurannya berbeda-beda untuk menghasilkan nada.

Cara kerja Armonica mengandalkan prinsip resonansi gelombang suara dalam fisika. Untuk membunyikan Armonica, kita harus menggesek bibir mangkuk atau gelas kaca yang berisi air dengan jari yang basah. Sentuhan jari kita akan membuat Armonica beresonansi dengan frekuensi tertentu yang bergantung dari ukuran mangkuk atau gelas dan banyaknya air di dalamnya. Suara yang dihasilkan akan terdengar seperti garputala yang dipukul lho.

Karena Armonica mengeluarkan nada-nada indah dari gelas yang beresonansi (crystalophone) dan karena Armonica adalah alat musik yang menggunakan air untuk membedakan nada-nada yang dihasilkan (hydro) , maka Armonica disebut hydrocrystalophone. Armonica juga disebut sebagai friction idiophones yang berarti alat musik yang digesek.

Armonica memiliki nama lain selain hydrocrystalophone yaitu glass armonica dan bowl organ.

Nah sekarang, apa sih bedanya Armonica yang dimainin sama Hannah dan Sebastian? Kita akan bahas satu-satu.

Glass Harp 

Sebastian memainkan Glass Harp
Robert Tiso memainkan Glass Harp
Alat musik yang dimainkan oleh Sebastian inilah yang disebut Glass Harp. Glass Harp adalah generasi pertama dari Armonica. Glass Harp adalah alat musik yang menggunakan gelas anggur yang diberdirikan dan diisi dengan air. Glass Harp disebut juga musical glasses, singing glasses, angelic organ, verrilion atau ghost fiddle.

Glass Harp diciptakan pada tahun 1741 oleh seorang Irlandia bernama Richard Pockrich, yang dikenal sebagai virtuoso pertama alat musik berbahan kaca. Alat musik ini populer di abad ke-18.

Cara memainkan Glass Harp adalah dengan menggosokkan jari yang basah ke bibir gelas. Volume air di dalam gelas dan ukuran gelas yang berbeda akan menghasilkan nada yang berbeda juga. Berikut ini adalah cuplikan seorang musisi yang memainkan Glass Harp.



Buat ngeliat musik-musik lain yang dimainkan dengan Glass Harp, silakan langsung saja lihat di Youtube :)

Alat musik ini sebenarnya bisa kita buat sendiri di rumah terlepas dari kita seorang musisi atau bukan. Kita hanya butuh beberapa gelas anggur, air, dan chromatic tuner yang akan memberi tahu kita apakah pitch yang dihasilkan terlalu tinggi atau terlalu rendah sehingga kita bisa menyesuaikan ketinggian air dalam gelas agar mengeluarkan nada sesuai dengan yang kita inginkan.

Berikut adalah langkah-langkah membuat Glass Harp:
  • Siapkan beberapa gelas anggur dengan ukuran yang berbeda-beda. Gelas yang dipakai harus gelas yang terbuat dari kaca dan cukup tipis agar suara yang dihasilkan nyaring.
  • Isi gelas dengan air (dikira-kira) lalu bunyikan, lihat ke chromatic tuner apakah nada yang diinginkan sudah pas atau belum. Jika belum, sesuaikan ketinggiannya agar tercapai nada yang diinginkan dengan mengurangi atau menambahkan air ke dalam gelas.
  • Lakukan poin 2 pada gelas yang lain untuk nada yang berbeda-beda.
  • Satu set Glass Harp sudah jadi. Untuk memainkannya, jangan lupa sediakan tempat untuk air yang akan digunakan untuk membasahi jari. Ketika memainkan Glass Harp, lama-lama jari akan menjadi kering. Memainkan Glass Harp harus dalam keadaan jari selalu basah, jadi jangan lupa untuk selalu membasahi jari ketika sudah mulai terasa kering. Air yang digunakan untuk membasahi jari jangan dari air di dalam Glass Harp-nya karena akan mempengaruhi nada yang keluar. Hehe.

Glass Armonica / Franklin’s Armonica

Hannah sedang memainkan Glass Armonica
William Zeitler sedang memainkan Glass Armonica

Nah, kalau Glass Armonica adalah alat musik yang dimainkan oleh Hannah. Glass Armonica biasa disebut Franklin Armonica karena yang menciptakan alat musik ini pertama kali adalah seorang fisikawan bernama Benjamin Franklin.

Benjamin Franklin terinspirasi membuat Armonica ini setelah melihat Edmund Delaval memainkan Glass Harp di Cambridge, Inggris pada tahun 1758. Franklin membuat Armonica dengan bantuan seorang pembuat kaca bernama Charles James. Armonica pertama buatannya terpublikasikan pada awal tahun 1762 dan pertama dimainkan oleh Marianne Davies.

Armonica versi Benjamin Franklin bekerja seperti sebuah mesin jahit. Armonica ini terdiri dari mangkok-mangkok kaca yang disusun secara horizontal pada poros besi. Poros besi itu diputar oleh sebuah pedal yang digerakkan oleh kaki. Semua mangkuk kaca yang dipasang pun sudah diatur ukuran dan ketebalannya agar bisa menghasilkan nada yang diinginkan tanpa harus mengisinya dengan air. Untuk menghasilkan suara, kita harus menggesek pinggiran mangkuk dengan jari yang basah. Pinggiran mangkuk dicat dengan warna yang berbeda-beda untuk membedakan nada yang dihasilkan tiap mangkuk. Nada A diwarnai biru tua, nada B diwarnai ungu, nada C diwarnai merah, nada D diwarnai jingga, nada E diwarnai kuning, nada F diwarnai hijau, nada G diwarnai biru, dan aksidensi (nada yang tutsnya warna hitam di piano) diwarnai putih. Dengan Armonica versi Franklin, kita bisa memainkan sepuluh nada yang berbeda secara bersamaan yang tentunya tidak akan bisa dilakukan dengan Glass Harp yang biasa. Franklin juga menganjurkan pemain Armonica untuk menggunakan bubuk kapur pada jari agar dapat dihasilkan nada yang jernih.

Armonica yang dipajang di Franklin's Institute



Beberapa pengembangan dilakukan pada Armonica seperti menambahkan keyboard, menempatkan bantalan antarmangkuk untuk mengurangi getaran, dan menggunakan busur biola. Namun, variasi ini tidak pernah diwujudkan karena suara yang dihasilkan tidak bagus.

Pengembangan lain yang dilakukan oleh William Zeitler yaitu memutar Armonica di dalam baskom berisi air. Air ini membuat Armonica mengalami perubahan pitch karena prinsipnya sama dengan Glass Harp. Hasilnya, suara yang dihasilkan Armonica menjadi berisik, tidak jelas, dan mengacaukan nada.

Wow, ada fakta menejutkan. Bahkan Wolfgang Amadeus Mozart, George Frideric Handel, Ludwig van Beethoven, Richard Strauss, dan lebih dari 100 komposer lain membuat komposisi untuk dimainkan dengan Armonica. XO

Armonica buatan Franklin yang original dipajang di Franklin Institute, Philadelphia, Pennsylvania. Bangunan ini merupakan rumah memorial Benjamin Franklin.

Mitos: Para pemain dan pendengar Armonica menjadi gila?

Dibalik keindahan dan keunikan alat musik ini, ternyata ada mitos yang cukup menakutkan! :O

Kok bisa sih memainkan dan mendengarkan permainan Armonica bikin gila? Kita bahas satu-satu.

Kalian sudah melihat video di atas tadi ‘kan? Video itu memperlihatkan orang-orang yang menjadi gila seperti dihipnotis setelah mendegarkan permainan Armonica. Ternyata plot cerita Kuroshitsuji mengambil rumor yang beredar di Jerman!

Semua dimulai dari sebuah catatan yang ditulis oleh seorang musikolog Jerman, Friedrich Rochlitz di Allgemeine Zeitung Musikalische:

“Armonica merangsang saraf dengan cepat, menerjunkan para pemainnya dalam jurang depresi sehingga mengubah suasana hati menjadi gelap dan melankolis, kondisi yang tepat untuk dapat terjadi metode penghancuran diri dengan lambat. Jika Anda menderita gangguan saraf, Anda tidak boleh memainkan Armonica; jika Anda belum merasa sakit, Anda tidak boleh memainkan Armonica; jika Anda merasa melankolis, Anda tidak boleh memainkan Armonica.”

Marianne Kirchgessner adalah seorang pemain Armonica; dia meninggal di usia 39 tahun karena pneumonia atau penyakit sejenis itu. Karena rumor ini, popularitas Armonica tidak bertahan jauh melampaui abad ke-18. Sebenarnya masalahnya ada pada keyakinan orang-orang yang memainkan alat musik ini, karena buktinya Franklin, pencipta dan pemain alat musik ini, tetap hidup dan berumur panjang. Pada tahun 1820, Armonica menghilang dari publik, mungkin fesyen musik sedang berubah sehingga suara lembut Armonica benar-benar tidak pernah terdengar lagi.

Dalam versi modern, mitos ini berubah menjadi penyakit. Versi modern dari bahaya memainkan Armonica menyatakan bahwa para pemain Armonica keracunan oleh timbal karena Armonica terbuat dari kaca timbal. Namun, tidak ada dasar ilmiah yang menyebutkan bahwa seseorang dapat terkena racun timbal hanya dari menyentuh kaca timbal. Intinya, sampai sekarang, mitos yang menghantui alat musik ini masih merupakan mitos.

Dalam cerita Kuroshitsuji, diceritakan bahwa Hannah menggunakan Armonica untuk membuat orang-orang dalam ruang pesta menjadi gila. Lalu, Sebastian datang dan memainkan Glass Harp sehingga orang-orang itu menjadi normal kembali.

Dari sinilah judul artikel ini diambil. Plot cerita Kuroshitsuji menggunakan Armonica untuk mempengaruhi orang-orang sehingga alat musik ini disebut sebagai Instrumen Iblis. Sedangkan Glass Harp yang menyembuhkan orang-orang itu disebut sebagai Istrumen Malaikat.

Jika disambungkan dengan mitos yang berkembang di Jerman, mungkin hal ini sedikit masuk akal. Suara yang dihasilkan Armonica sangat lembut dan menenangkan sehingga bukannya tidak mungkin membuat orang yang memainkan dan mendengarkannya menjadi melankolis. Orang-orang yang merasa melankolis cenderung akan berpikir ke dalam dirinya dan berpikir sangat luas seperti Einstein dan ilmuwan-ilmuwan lainnya. Sedangkan suara yang dihasilkan Glass Harp tegas dan berenergi sehingga memiliki efek yang berkebalikan dengan Armonica, orang yang mendengarkan dan memainkannya akan “melek”.

Namun, meskipun mitos ini terdengar nyata untuk kalian, yang penting adalah keyakinan ketika memainkan alat musiknya. Karena segala pemikiran kita bisa menjadi sugesti yang dalam, selalulah berpikiran positif. Ingat bahwa mitos ini hanya sekedar mitos yang penyebabnya masih belum jelas. Jangan takut untuk mempelajari Armonica dan Glass Harp ya :)


Sumber: Wikipedia, Youtube, Kuroshitsuji Season II

2 komentar: