Selasa, 20 Juli 2010

Menentukan Tujuan Hidup


Kelas 12 adalah titik tombak awal menuju kedewasaan. Orang yang berada pada tahap ini harus bisa mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang mandiri, dewasa, dan tidak bergantung pada orang lain. Tahap ini adalah tahap yang sangat kritis, tahap yang sangat menentukan fase kehidupan kita selanjutnya. Maka, hal penting yang harus kita lakukan adalah menentukan tujuan hidup.

Tujuan hidup disebut juga visi, cita-cita, mimpi yang ingin kita capai di masa depan. Tujuan hidup ini sangat penting untuk mengarahkan langkah hidup kita. Misalnya saja, kita diperintahkan untuk menggambar beberapa bentuk masing-masing di atas potongan beberapa kertas, setelah itu kita diperintahkan untuk menyatukan semua bentuk itu menjadi gambar yang dapat dimengerti. Tanyakan gambar yang  sudah kita buat pada teman kita, apakah tebakan mereka sama dengan yang kita harapkan? Hal ini sangat sulit, sebab kita membuat langkah di atas kertas setelah itu baru menyatukannya sebagai tujuan hidup kita. Lain lagi jika kita merencanakan apa yang ingin kita gambar kemudian memecah gambar itu menjadi bagian-bagian kecil yang lalu kita gambar satu-persatu di atas potongan kertas. Satukan kembali gambar itu dan tanyakan pada teman, apakah mereka dapat menebak gambar itu sesuai dengan harapan kita? Tentu saja, karena kita memiliki tujuan hidup yang jelas sehingga kita dapat menentukan langkah-langkah apa saja yang harus kita ambil untuk mencapai tujuan itu.

Aristoteles mengatakan bahwa cara untuk meramalkan masa depan yaitu dengan merencanakannya saat ini juga. Jika kita ingin mencapai tujuan hidup yang kita inginkan, maka kita harus merencanakannya MULAI SEKARANG. Apa yang terjadi jika kita tidak merencanakannya mulai sekarang? Terlambat merencanakan tujuan hidup berarti GAGAL MERENCANAKANNYA. Gagal merencanakan tujuan hidup sama saja dengan MERENCANAKAN KEGAGALAN. Maka segeralah kita buat tujuan hidup kita!

Sekarang apa saja manfaat tujuan hidup? 

  1.  Membantu mengambil keputusan
Tanpa tujuan akhir, kita cenderung mengikuti arus atau menurut saja pada orang lain meski sebenarnya kita tidak menyukai pilihan mereka. Padahal jalan yang sekarang kita pilih akan berpengaruh besar dalam hidup. Memang menakutkan sekaligus seru untuk mengetahui betapa banyak keputusan penting yang harus dibuat dalam hidup. Tapi begitulah hidup. Ketika menghadapi persimpangan hidup. Kaji ulang apa tujuan hidup kita sebenarnya sehingga kita memiliki dasar yang jelas dalam menentukan keputusan.

  1. Menguatkan motivasi
Jalan hidup apapun yang kita pilih, pasti memerlukan pengorbanan. Sesempurna apapun suatu kondisi, pastilah ada enak dan tidak enaknya. Memiliki tujuan akhir dapat membantu kita melewati berbagai kondisi sulit karena merasa yakin bahwa apa yang dilakukan adalah jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan.
Tujuan hidup atau visi secara sederhana adalah gambaran besar mengenai apa yang ingin kita capai di masa yang akan datang. Sekarang bagaimana caranya membuat visi dalam hidup kita? Caranya sederhana saja. Merenung. Carilah tempat dimana kita bisa sendirian tanpa terganggu, jauh dari tumpukan buku dan tugas, jauh dari game komputer dan canda teman-teman. Ajukan pertanyaan pada diri sendiri, ke lubuk hati yang paling dalam:

  •  Potensi apa sajakan yang saya miliki?
  • Apa yang akan membuat saya benar-benar bahagia?
  • Apa yang saya inginkan dalam hidup?
  • Apa yang tidak saya inginkan dalam hidup?
  •  Prinsip apa sajakan yang sangat mendasar bagi saya?
  • Saya ingin menjadi orang seperti apa?
  • Apa yang harus saya lakukan di dunia ini?

Dengan menentukan tujuan hidup berarti kita telah MENEGASKAN DIRI KITA. Kita tidak akan terpengaruh dengan kata-kata orang mengenai diri kita karena kita percaya KITA AKAN MENCAPAI TUJUAN ITU DENGAN LANGKAH YANG KITA BUAT SEKARANG. Jangan pernah kita terpengaruh dengan kata-kata orang dan menurutinya karena yang kita dapat hanya rasa takut untuk maju sedangkan orang lain tidak dirugikan atau mungkin untung karenanya. Seperti pada kisah ‘Ayah, anak, dan keledai’, mereka tidak punya tujuan hidup sehingga dengan mudahnya mereka mengikuti kata-kata orang dan apapun yang mereka lakukan akan selalu salah. Jangan mencontoh mereka, kita contoh saja Thomas Alfa Edison. Sebelum beliau menciptakan lampu bohlam yang sampai sekarang masih kita gunakan, apa kalian tahu berapa kali beliau gagal? 999 KALI. Dan pada percobaannya yang ke-1000 akhirnya beliau berhasil menciptakan lampu bohlam. Kita harus mencontoh sifat pantang menyerah beliau. Kalau beliau menyerah sebelum percobaan yang ke-1000, pasti kebayang kita tinggal di dunia yang gelap gulita. Jadi, jangan perdulikan kata orang dan jangan putus asa. 

Mengapa menentukan visi ini menjadi penting? Karena kita sebagai siswa umumnya telah memiliki potensi berkembang, salah satunya karena kecerdasannya. Tapi bila potensi tersebut tidak dikembangkan secara terarah, sama saja dengan memiliki komputer super canggih tapi hanya dijadikan pengganjal pintu.

Nah, setelah memiliki pertanyaan visi, pertanyaan selanjutnya adalah ‘bagaimana mewujudkannya?’ Tentunya kita tidak ingin sekedar memiliki kata-kata cantik sebagai semboyan bukan? Untuk mencapai visi, sebaiknya lakukan hal berikut:

•    Hitung pengorbanan
Sudah berapa kali kita menginginkan sesuatu tapi tidak segera berbuat sesuatu untuk mewujudkannya? Hal ini terjadi karena kita tidak menghitung pengorbanan yang diperlukan untuk mencapainya. Misalnya kita ingin fasih berbahasa inggris, maka pengorbanannya adalah mengikuti les bahasa inggris tiga kali seminggu. Tanyakan pada diri kita apakah kita bersedia melakukan pengorbanan tersebut? Jika tidak, kaji lagi keinginan tadi. Dengan menghitung pengorbanan, kita akan lebih siap menghadapi kenyataan bahwa mencapai cita-cita itu tidak selalu mudah.

•    Tuliskan
Tuliskan secara spesifik langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai visi. Tanpa memiliki langkah yang jelas, mengejar visi menjadi sesuatu yang sangat abstrak dan tidak jelas tahapannya. Jika kita tidak menuliskannya, maka besar kemungkinan kita akan melupakannya begitu saja. Bagaimana mungkin kita peduli pada sesuatu yang bahkan tidak kita ingat?

•    Laksanakan!
Rencana sebagus apapun akan sia-sia saja bila tidak dilaksanakan. Lakukan langkah-langkah mencapai visi yang telah ditulis sebelumnya. Jangan terlalu banyak menaruh kasihan pada diri sendiri. Lakukan dengan yakin. Bukankah kita ingin mencapai cita-cita?

•    Evaluasi
Secara berkala, kajilah pelaksanaan langkah-langkah yang kita lakukan. Apakah perkembangannya sudah sesuai yang diharapkan? Apakah masih relistis untuk memiliki cita-cita yang sama? Apakah minat kita sudah bergeser?

•    Masuk pada lingkungan kondusif
Kita akan menjadi lebih kuat bila berada di lingkungan yang kondusif untuk meraih cita-cita. Misalnya, salah satu visi kita adalah lulus dengan nilai rata-rata 9. Maka kita akan lebih tersemangati untuk meraihnya bila kita berada di antara teman-teman yang juga menginginkan hal yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar